Rafael Nadal Kenang Rekor Yang Tak Bisa Ia Percayai Bisa Ia Patahkan
Rafael Nadal [image: 2.8 Productions]
Berita Tenis: Karier mantan petenis berkebangsaan Spanyol, Rafael Nadal yang cukup panjang selalu didefinisikan oleh kegigihan dan kehebatan.
Raja clay-court mengenang kembali rekor yang pernah ia patahkan dan merasa bangga setelah semua kemunduran yang dialaminya.
Dalam dua dekade berkiprah di turnamen ATP, mantan petenis peringkat 1 dunia telah menulis ulang sejarah di Roland Garros, Paris setelah ia berhasil memenangkan 14 gelar dari 19 kunjungannya ke French Open. Jumlah kemenangan dan kekalahan yang ia torehkan di Grand Slam favoritnya? 112-4!
Mantan petenis berusia 39 tahun juga mengubah Barcelona Open menjadi tempat untuk menorehkan rekor lain. Ia mendominasi turnamen ATP level 500 tersebut dengan memenangkan gelarnya sebanyak 12 kali. Dengan kemenangan memukau di Barcelona dan Monte Carlo, ia mengukuhkan dominasinya di clay-court di luar French Open
Hal yang membuat perjalanannya bahkan terasa lebih menakjubkan adalah konsistensi yang ia pertahankan meskipun ia seringkali mengalami masalah secara fisik. Cedera-cedera tersebut mengikutnnya di sepanjang kariernya, tetapi jiwa ksatria dalam dirinya menolak untuk menyerah dan berhenti lebih awal daripada yang ia inginkan.
Meskipun melalui berbulan-bulan tanpa kompetisi karena beragam cedera, mantan petenis peringkat 1 dunia mempertahankan posisinya di peringkat 10 besar antara musim 2005 – 2024, dengan total ia menghabiskan 912 pekan secara beruntun di posisi tersebut dan menorehkan rekor yang membutuhkan waktu untuk dipatahkan.
Sementara tidak mengetahui jumlah yang sebenarnya, mantan petenis yang mengoleksi 22 gelar Grand Slam merasa bangga dengan pencapaian, yang menjadi bukti dari kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, dan daya saing tanpa henti yang membedakannya dengan juara-juara lainnya.
Bagi sang legenda tenis, semua tonggak bersejarah tersebut lebih dari sekadar angka. Semua itu tentang ketahanan dan kegigihan yang memukau. Ia selamat dari rasa nyeri dan kembali lebih tangguh dalam banyak keesempatan.
Selain itu, Nadal mempertahankan keunggulannya musim demi musim dan membentuk karier yang menjadi salah satu perjalanan paling menantang dan bermanfaat yang pernah ada di dunia tenis.
Ia memenangkan dua gelar Grand Slam di paruh pertama musim 2022 dan kehilangan kesempatan untuk menjadi petenis peringkat 1 dunia saat berusia 36 tahun, lagi-lagi karena cedera. Ia lalu mengalami cedera pinggul parah di Melbourne pada bulan Januari 2023.
Hal tersebut membuatnya menepi dari lapangan selama satu musim. Ia pun kembali beraksi pada musim 2024. Tetapi ia gagal meningkatkan level permainannya dengan tubuhnya menolak untuk menahan semua usaha. Ia mengakhiri karier panjangnya di Davis Cup Finals musim 2024 dan memfokuskan diri terhadap keluarganya.
“Saya memiliki karier yang sangat panjang dan saya merasa sangat gembira. Yang pasti, beberapa hasil sulit untuk dibayangkan maupun dijelaskan. Bagi saya, semuanya masih terasa seperti itu. Saya tidak terlalu banyak memikirkannya, tetapi ketika saya mengatakan kepada diri saya sendiri bahwa saya memenangkan French Open sebanyak 14 kali, itu sesuatu yang sangat rumit,” jelas Nadal.
“Ada juga 12 gelar saya di Barcelona dan saya tidak tahu berapa banyak pekan beruntun yang saya habiskan di peringkat 10 besar meskipun saya mengalami banyak cedera dan absen selama berbulan-bulan. Itu rekor yang membuat saya merasa puas, itu membuktikan ketekunan dan konsistensi saya. Itu sepadan.”
Artikel Tag: Tenis, French Open, Rafael Nadal