Kanal

Rose Zhang Fokus ke Golf Profesional Usai Tuntaskan Kuliah di Stanford

Penulis: Hanif Rusli
04 Jun 2026, 21:31 WIB

Dengan berakhirnya masa studi di Stanford tersebut, Rose Zhang kini tidak lagi harus menjalani rutinitas padat yang selama ini mengiringi karier golfnya. (Foto: Golf Digest)

Rose Zhang memasuki babak baru dalam kariernya menjelang U.S. Women’s Open 2026.

Setelah bertahun-tahun membagi waktu antara pendidikan dan golf profesional, pegolf berusia 23 tahun itu akhirnya bisa memberikan perhatian penuh kepada olahraga yang telah membesarkan namanya.

Rose Zhang menyelesaikan seluruh kewajiban akademiknya di Stanford University pada Maret lalu dan dijadwalkan mengikuti upacara wisuda pada 14 Juni mendatang untuk menerima gelar sarjana di bidang komunikasi.

Dengan berakhirnya masa studi tersebut, ia kini tidak lagi harus menjalani rutinitas padat yang selama ini mengiringi karier golfnya.

"Rasanya luar biasa bisa mengatakan itu. Saya merasa tidak pernah benar-benar beristirahat sampai sekarang," kata Rose Zhang dalam konferensi pers menjelang U.S. Women’s Open di Pacific Palisades, California.

Menurutnya, dua pekan terakhir menjadi masa istirahat pertama yang benar-benar ia nikmati dalam waktu yang sangat lama.

Rose Zhang mengaku merasakan perubahan fisik dan mental setelah akhirnya memiliki kesempatan untuk beristirahat tanpa harus memikirkan jadwal kuliah maupun kompetisi.

Kini, fokus utamanya tertuju pada U.S. Women’s Open yang digelar di Riviera Country Club. Menariknya, Zhang sempat berada dalam posisi yang tidak pasti untuk tampil di turnamen major tersebut.

Pegolf asal Irvine, California, itu awalnya gagal lolos otomatis setelah kalah dalam playoff empat pemain pada ajang kualifikasi yang berlangsung pada 11 Mei di New Jersey.

Ia hanya berstatus sebagai alternatif pertama untuk turnamen tersebut.

Namun situasi berubah beberapa hari kemudian ketika Zhang finis di posisi ke-12 pada Kroger Queen City Championship.

Hasil itu mengangkat posisinya ke dalam 75 besar Rolex World Rankings dan memberinya tiket langsung ke U.S. Women’s Open.

Meski ini menjadi penampilan kedelapan secara beruntun di U.S. Women’s Open, Zhang mengaku pengalaman mengikuti babak kualifikasi kembali memberinya perspektif baru mengenai kerasnya persaingan di level profesional.

"Dalam hati saya berpikir, inilah rasanya berjuang untuk mendapatkan tempat di turnamen ini. Semua pemain sangat kompetitif dan sangat hebat. Saya merasa harus meningkatkan level permainan dan memberikan yang terbaik," ujarnya.

Pengalaman tersebut juga membangkitkan kembali motivasinya untuk membuktikan diri di LPGA Tour.

Zhang merasa perjuangan menuju turnamen ini mengingatkannya bahwa ia masih memiliki ambisi besar dalam karier profesionalnya.

Bermain di Riviera Country Club juga memiliki makna khusus karena lokasinya hanya sekitar 60 mil dari kampung halamannya.

Kehadiran keluarga dan teman-teman dekat diperkirakan akan memberikan dukungan tambahan sepanjang pekan turnamen.

Sejak beralih ke profesional pada Mei 2023, Zhang langsung mencatat sejarah dengan menjuarai Mizuho Americas Open dalam debutnya sebagai pemain profesional.

Ia menjadi pegolf LPGA pertama yang melakukannya sejak Beverly Hanson pada 1951.

Meski hanya menambah satu gelar lagi sejak saat itu, yakni Cognizant Founders Cup 2024, Zhang yakin keseimbangan hidup yang lebih baik akan membantunya menemukan performa terbaiknya kembali.

"Golf profesional adalah gaya hidup. Anda harus bekerja keras, tetapi istirahat juga merupakan bagian dari performa. Saya berharap waktu istirahat dan persiapan yang saya lakukan bisa membantu saya tampil lebih baik," kata Zhang.

Artikel Tag: lpga tour, us women's open, Rose Zhang

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru