Samuel Eto'o Bela Gianni Infantino di Tengah Tekanan Politik FIFA
Samuel Eto'o menilai penolakan Gianni Infantino terkait pemilu FIFA. (Foto: FRANCK FIFE / AFP via Getty Images)
Berita Sepak Bola: Samuel Eto'o membela Presiden FIFA, Gianni Infantino, di tengah meningkatnya tekanan terhadap pemimpin sepak bola dunia tersebut. Eto'o yang kini menjabat sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Kamerun (FECAFOOT) menilai berbagai penolakan terhadap Infantino tidak terlepas dari pemilihan presiden FIFA yang akan berlangsung pada Maret 2027.
Infantino menghadapi kritik setelah proposal untuk menjual 20 persen saham badan komersial yang mengelola hak turnamen FIFA dibatalkan. Sejumlah negara kemudian menarik dukungan terhadap pencalonan Infantino, sementara beberapa konfederasi regional mempertimbangkan langkah lebih jauh untuk menantang kepemimpinannya.
"Saya pikir semua hal ini terjadi karena waktunya. Ada pemilihan yang akan datang dan Gianni Infantino mencalonkan diri. Semua ini terjadi karena ada pemilihan yang akan datang. Hanya itu," kata Samuel Eto'o kepada CNN dalam wawancara yang disiarkan pada Senin (24/8/2026).
UEFA, AFC, dan CONCACAF dilaporkan sedang mempertimbangkan pengajuan mosi tidak percaya untuk menggulingkan Infantino. Situasi tersebut berbeda dengan CAF, yang masih memberikan dukungan kepada pria asal Swiss-Italia tersebut menjelang pemilihan presiden FIFA.
Presiden CAF, Patrice Motsepe, sebelumnya mengatakan bahwa masa depan Gianni Infantino seharusnya ditentukan melalui pemilihan pada 2027. Motsepe juga menegaskan bahwa Infantino masih mendapatkan dukungan dari konfederasi sepak bola Afrika.
Eto'o, yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Kamerun, juga menilai Infantino telah membawa perubahan terhadap sepak bola dunia. Mantan penyerang Real Madrid, Barcelona, Inter, dan Chelsea itu menyoroti peluang yang diberikan kepada negara-negara yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan besar.
"Presiden memiliki tugas untuk membawa sepak bola lebih jauh dan membuat semua negara berkembang," ujar Eto'o. Menurutnya, kepemimpinan FIFA seharusnya dinilai dari upaya memperluas kesempatan bagi seluruh anggota, bukan hanya negara-negara dengan kekuatan sepak bola terbesar.
Samuel Eto'o juga membela keputusan Infantino mengajukan proposal investasi tersebut. Menurutnya, proposal seharusnya dibahas secara terbuka oleh seluruh anggota FIFA sebelum menentukan keputusan berdasarkan suara mayoritas.
"Dia mengajukan sebuah proposal. Sebanyak 211 anggota seharusnya duduk bersama, memperdebatkan masalah tersebut dan membiarkan suara mayoritas menentukan. Namun, saya yakin suara-suara yang muncul itu bukan suara mayoritas," kata Eto'o.
Pernyataan Eto'o memperlihatkan bahwa dukungan terhadap Infantino masih kuat di Afrika meski tekanan dari sejumlah konfederasi terus meningkat. CAF tetap menjadi salah satu blok penting bagi posisi Infantino menjelang pemilihan yang akan menentukan masa depannya sebagai Presiden FIFA.
Artikel Tag: FIFA, Samuel Eto'o, Gianni Infantino, Kamerun