Sarri Ungkap Penyesalan Usai Lazio Ditahan Imbang Atalanta di Leg Pertama
Maurizio Sarri
Berita Coppa Italia: Maurizio Sarri mengungkapkan penyesalan setelah Lazio ditahan imbang tamunya Atalanta 2-2 di leg pertama semifinal yang berlangsung pada Rabu (04/03) malam waktu setempat di Stadio Olimpico. Ia merasa bahwa apabila para penggemar mereka berada di dalam stadion daripada melakukan protes di luar maka timnya kemungkinan akan menang.
Lazio berhasil unggul dua kali atas Atalanta pada pertandingan Rabu malam melalui Fisayo Dele-Bashiru dan Boulaye Dia yang memanfaatkan kesalahan Mario Pasalic. Akan tetapi dua kali juga La Dea berhasil menyeimbangkan kedudukan selang beberapa menit kemudian, melalui Pasalic dan gol menit akhir Yunus Musah.
“Kami puas dengan penampilan tim karena kami bermain di tingkat tinggu melawan sebuah tim yang kuat di periode sulit ini,”ujar Sarri via Sport Mediaset.
“Di sisi lain kami menyesali hasil imbang ini meski kami tahu bahwa akan ada leg kedua di Bergamo meskipun kami bertandang ke sana dengan keunggulan satu gol.”
Semua akan ditentukan di leg kedua yang akan berlangsung di Bergamo pada 21 atau 22 April untuk memutuskan siapa yang akan lolos ke final Coppa Italia menghadapi Inter atau Como.
“Kami akan bertandang ke sana dan berjuang untuk lolos, jika kami bermain dengan cara yang kami lakukan malam ini maka kami bisa melakukannya.”
Suasana terasa surealis di Stadio Olimpico yang hampir kosong, dengan hanya sekitar 5.000 tiket yang terjual, tetapi sebagian besar penggemar Biancocelesti masih terdengar saat mereka berdiri di luar arena, bernyanyi dan menyalakan kembang api.
“Klasemen Serie A seperti ini karena tahun di mana kami menderita karena absennya banyak pemain. Kami tidak bisa mengharapkan lebih banyak dalam keadaan seperti ini,” kata sang pelatih.
“Meskipun demikian, tim menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka bisa bersaing. Masalahnya adalah melakukannya secara lebih konsisten. Mudah-mudahan, dari sekarang hingga akhir musim kita bisa menjaga hampir semua pemain tetap bugar dan sehat. Sulit ketika Anda terus-menerus tanpa enam atau tujuh pemain.”