Hal Yang Iga Swiatek Katakan Tentang Hal Yang Ia Hormati Dari Stephen Curry
Iga Swiatek [image: getty images]
Berita Tenis: Iga Swiatek secara luas diakui sebagai salah satu petenis terhebat dan kemungkinan besar akan menjadi salah satu petenis hebat sepanjang masa di masa depan.
Petenis berkebangsaan Polandia sampai sejauh ini telah memenangkan enam gelar Grand Slam pada usia 24 tahun dan bisa menambah satu lagi ke dalam koleksinya saat berkompetisi di French Open dalam beberapa bulan mendatang.
Tahun lalu, mantan petenis peringkat 1 dunia berkesempatan untuk menonton seorang pebasket legendaris di Chase Center, San Francisco. Pebasket tersebut adalah Stephen Curry, mantan MVP dan juara NBA empat kali.
Curry adalah legenda bola basket, seorang penembak jitu yang telah mencetak lemparan tiga angka terbanyak dalam sejarah NBA dan satu-satunya MVP NBA yang terpilih secara bulat dalam sejarah.
Petenis peringkat 2 dunia berkesempatan menyaksikan sang pebasket bermain langsung pada bulan Maret tahun lalu. ia menghadiri pertandingan Golden State Warriors melawan Charlotte Hornets, yang dimenangkan Warriors dengan skor 119-101.
“Saya sangat senang menonton pertandingan ini,” aku Swiatek. “Saya sangat bersyukur atas sambutannya, karena, entah kenapa, saya tidak benar-benar mengharapkan itu. Itu luar biasa dan saya sangat menghargainya.”
“Lebih seperti pertandingan 6-0, 6-0 (sambil tertawa). Jadi, pertandingannya tidak terlalu seru sampai akhir. Mereka menang dengan cukup mudah.”
“Tetapi tetap saja, menonton Steph secara langsung sangat menakjubkan dan tentu saja, anda bisa langsung melihat kemampuannya. Saya juga memikirkan bagaimana rasanya baginya ketika semua orang hanya mengharapkan ia untuk melakukan tembakan tiga angka. Saya sangat, sangat menghormati bagaimana ia mengatasinya.”
Saat itu, juara Wimbledon musim 2025 berada di San Francisco menjelang partisipasinya di Indian Wells Open, turnamen WTA level 1000 di California. Tampil sebagai juara bertahan, ia mengalahkan Caroline Garcia, Dayana Yastremska, dan Karolina Muchova untuk mencapai perempatfinal.
Petenis berkebangsaan Polandia lalu melumpuhkan Zheng Qinwen dan melaju ke semifinal untuk menghadapi Mirra Andreeva yang berusia 18 tahun.
Andreeva secara mengejutkan mampu menundukkan Swiatek dengan tiga set dan melaju ke final melawan Aryna Sabalenka yang berhasil ia kalahkan. Gelar tersebut menjadi gelar turnamen WTA level 1000 kedua dalam kariernya.
Artikel Tag: Stephen Currry, French Open, Iga Swiatek