Kanal

Jannik Sinner Tak Ingin Dibandingkan Dengan Tiga Besar

Penulis: Dian Megane
19 Mei 2026, 20:50 WIB

Jannik Sinner [image: getty images]

Berita Tenis: Jannik Sinner menambahkan tonggak bersejarah lain dalam resumenya yang terus berkembang setelah menaklukkan turnamen Masters 1000 di Roma, Italian Open musim 2026.

Petenis berkebangsaan Italia menyelesaikan Career Golden Masters – memenangkan kesembilan gelar Masters – pada usia 24 tahun dan hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga musim untuk menaklukkan kesembilan gelar Masters.

Terlepas dari pencapaian pemecahan rekor lainnya, petenis peringkat 1 dunia segera mengalihkan perhatian ke tiga petenis yang membentuk tenis modern, yaitu Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic.

Dengan kemenangan di Roma, juara ATP Finals musim 2026 mengamankan gelar Masters keenam secara beruntun, melanjutkan salah satu periode terbaik yang pernah dilihat di turnamen ATP dalam beberapa dekade terakhir.

Namun demikian, petenis yang telah mengantongi empat gelar Grand Slam menegaskan bahwa ia tidak menganggap dirinya setara dengan trio legendaris yang mendefinisikan seluruh era. Petenis terbaik dunia saat ini dengan penuh kekaguman tentang Federer, Nadal, dan Djokovic, menekankan konsistensi luar biasa yang mereka pertahankan selama lebih dari satu dekade setengah.

Pelatih berkebangsaan Italia memuji kemampuan mereka untuk tetap berada di puncak musim demi musim meskipun menghadapi tekanan konstan, persaingan, cedera, dan generasi baru yang bermunculan. Itulah yang paling membuatnya terkesan tentang mereka.

Meskipun banyak yang sudah menganggapnya sebagai salah satu petenis terbaik dalam sejarah, petenis berusia 24 tahun terus bersikap hati-hati terhadap perbandingan tersebut. Ia menghindari perbandingan langsung dengan mereka dan bersikeras bahwa fokusnya tetap pada membangun jalannya sendiri.

Pola pikir tersebut telah menjadi salah satu ciri khas karier Sinner yang masih hijau. Kekuatan pukulannya yang luar biasa dari area baselinee, konsistensi tanpa henti dari kedua sisi lapangan, serta peningkatan daya tahan fisik dan servisnya telah menjadikannya kekuatan dominan di turnamen ATP.

Meskipun demikian, petenis asal San Candido berulang kali menghindari pernyataan berani tentang warisan atau kehebatan. Sebaliknya, ia sering berbicara tentang pertumbuhan, kerja keras, dan ketahanan, memberikan segalanya di saat-saat sulit.

Sudut pandang tersebut menjelaskan mengapa ia tetap tenang meskipun menulis ulang sejarah pada usia di mana sebagian besar petenis masih mengembangkan konsistensi di level tertinggi. Menyelesaikan Career Golden Masters pada usia 24 tahun menempatkannya di wilayah yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi Djokovic. Tetapi ia terus menampilkan dirinya sebagai petenis yang masih berkembang daripada seseorang yang puas dengan apa yang telah ia capai.

Kerendahan hati tersebut justru semakin memperkuat kekaguman yang mengelilinginya. Dengan komentarnya, ia telah menegaskan rasa hormat yang mendalam terhadap era sebelum dirinya yang telah mengangkat tenis ke level yang lebih tinggi.

Meskipun ia selalu menghindari membandingkan dirinya dengan Tiga Besar, prestasinya semakin memaksa dunia tenis untuk memulai percakapan tersebut dan sering membicarakannya.

“Apa yang telah dicapai Rafa, Roger, dan Novak di turnamen selama 15 musim sungguh luar biasa. Saya tidak akan pernah berani mengatakan bahwa saya berada di level yang sama dengan apa yang telah mereka capai selama bermusim-musim,” tutur Sinner.

“Apa yang telah mereka lakukan dan apa yang Novak lakukan sekarang, sungguh luar biasa. Saya sedang menulis kisah saya sendiri, mencoba memberikan semua yang saya miliki, secara fisik dan mental, dan juga mencoba menemukan kekuatan di saat-saat sulit yang saya lalui musim lalu, di awal musim ini.”

Artikel Tag: Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic, Jannik Sinner

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru