Aaron McKenna Wujudkan Mimpi Juara Dunia Bersama Ayahnya
Aaron McKenna menjadi juara dunia pertama asal Monaghan dalam 40 tahun. (Foto: Fight TV)
Aaron McKenna akhirnya mencapai puncak karier setelah 21 tahun mengejar impian menjadi juara dunia.
Petinju asal Monaghan, Irlandia, itu merebut sabuk kelas menengah IBF setelah mengalahkan Etinosa Oliha melalui keputusan angka mutlak di Dublin, Sabtu lalu.
Kemenangan tersebut membuat Aaron McKenna menjadi juara dunia pertama asal Monaghan dalam 40 tahun.
Sehari setelah pertarungan, McKenna mendapat sambutan meriah di kampung halamannya.
Ia bahkan tiba di The Squealing Pig dengan pengawalan polisi sebelum mengangkat sabuk IBF di hadapan ratusan pendukung.
"Saya merasa ini sudah lama dinantikan. Menjadi juara dunia adalah impian seumur hidup, jadi akhirnya terwujud merupakan momen luar biasa bagi saya dan keluarga," kata Aaron McKenna.
Petinju berusia 27 tahun itu mengaku belum sepenuhnya menyadari pencapaiannya. Ia juga tak menyangka kemenangan tersebut menimbulkan emosi besar di kalangan masyarakat Monaghan.
Setelah pesta kemenangan, McKenna justru langsung memikirkan tantangan berikutnya. Ia berambisi menyatukan gelar kelas menengah dan ingin menghadapi juara dunia dari badan lainnya.
"Saya sudah tidak sabar untuk bertarung lagi. Saya ingin segera menyatukan divisi ini. Saya sudah merasakan gelar dunia pertama dan sekarang saya ingin mendapatkan lebih banyak lagi," ujarnya.
Perjalanan McKenna menuju gelar IBF dimulai sejak usia enam tahun ketika ayahnya, Fergal, dan kakeknya membangun fasilitas latihan di dekat rumah keluarga mereka di Smithborough.
Namun, perkembangan besar dalam kariernya terjadi ketika ia dan kakaknya, Stephen, pindah ke Amerika Serikat saat masih remaja.
McKenna pertama kali pergi ke Los Angeles pada usia 16 tahun bersama sang ayah untuk mencoba kehidupan sebagai petinju profesional.
Selama tiga bulan, mereka berkeliling berbagai sasana dan menjalani latihan tanding melawan petinju Amerika serta Meksiko.
Pengalaman tersebut membuat McKenna yakin Amerika merupakan tempat yang tepat untuk mengembangkan kemampuannya. Ia kemudian kembali bersama ayah dan Stephen untuk menetap sementara di sana.
"Saat berusia 16 tahun, Anda dipaksa beradaptasi ketika berlatih tanding melawan petinju seperti itu. Anda belajar berbagai trik dan sampai sekarang masih menggunakannya," kata McKenna.
Setelah menjalani pertarungan di Amerika, Inggris, Jepang, dan sejumlah wilayah lain, McKenna akhirnya tampil sebagai petinju profesional di Irlandia untuk pertama kalinya saat menghadapi Oliha di 3Arena.
Kemenangan itu juga membuat posisi McKenna naik ke peringkat ketiga kelas menengah versi The Ring, hanya berada di bawah Yoenli Hernandez dan Carlos Adames.
Di balik kesuksesan tersebut, McKenna menilai ayahnya memiliki peran terbesar. Fergal bahkan meninggalkan pekerjaannya sebagai tukang kayu demi mendampingi kedua putranya berlatih dan bertanding di Amerika.
"Dia berkorban sama besarnya dengan kami. Bisa memberikan sesuatu kembali kepadanya setelah semua yang dia lakukan untuk kami sangat berarti," ujar McKenna.
Artikel Tag: IBF