Adam Azim Bidik Gelar IBF, Siap Panaskan Duel Lawan Kompatriot Dalton Smith
Adam Azim akan menghadapi ujian terberat sepanjang kariernya melawan mantan penantang gelar dunia Gustavo Daniel Lemos pada 31 Januari. (Foto: Fight TV)
Adam Azim mengaku semakin termotivasi setelah melihat kompatriotnya, Dalton Smith, sukses merebut gelar juara dunia WBC kelas welter junior.
Pencapaian Smith tersebut menyalakan api semangat Azim untuk segera menyusul, sekaligus membuka peluang duel besar sesama petinju Inggris di masa depan.
Smith menjadi yang pertama di antara dua rival domestik itu yang mencicipi status juara dunia, setelah menghentikan Subriel Matias di Brooklyn pada 10 Januari lalu.
Keberhasilan itu membuat persaingan keduanya kian menarik, terlebih Azim disebut-sebut sebagai bintang masa depan di kelas 140 pound.
Adam Azim (14-0, 11 KO), yang lima tahun lebih muda dari Smith, akan menghadapi ujian terberat sepanjang kariernya saat melawan mantan penantang gelar dunia Gustavo Daniel Lemos (30-2, 20 KO) pada 31 Januari mendatang.
Ia sadar betul, kemenangan akan membuatnya tetap berada di jalur perebutan gelar, sementara kekalahan bisa meredupkan rivalitas yang baru mulai memanas.
“Ini adalah langkah terakhir sebelum saya benar-benar masuk level juara dunia,” ujar Azim. “Kalau saya bisa tampil dominan melawan Lemos, itu bukti bahwa saya siap. Melihat Dalton menjadi juara dunia menambah api di dalam diri saya. Saya ingin hal yang sama.”
Adam Azim menilai kemenangan Smith justru kabar baik baginya.
Menurutnya, jika ia mampu merebut gelar dunia, duel unifikasi antara dua juara Inggris akan menjadi laga besar yang sarat gengsi.
Saat ini, fokus Azim tertuju pada sabuk IBF, gelar yang menurutnya menjadi target paling realistis.
Petinju berusia 23 tahun itu kini berada di peringkat kedelapan versi The Ring dan peringkat kelima IBF. Lemos menempati posisi kesembilan, sementara juara IBF saat ini adalah Richardson Hitchins.
Adam Azim berharap kemenangan di Copper Box Arena, London, dapat membuka jalan menuju perebutan gelar IBF pada 2026.
Ia bahkan membandingkan potensi duel melawan Smith dengan rivalitas klasik tinju Inggris, seperti Carl Frampton vs Scott Quigg, Amir Khan vs Kell Brook, hingga Nigel Benn vs Chris Eubank Sr.
“Saya lawan Dalton Smith adalah rivalitas besar berikutnya,” tegasnya.
Menanggapi pernyataan Smith yang menyebut para penantang harus “mendapatkan haknya”, Azim tetap tenang.
“Saya masih muda, baru 23 tahun. Dia mencapainya di usia 29 atau 30. Bayangkan kalau saya bisa melakukannya lebih cepat,” ujar Azim, penuh keyakinan menatap masa depan.
Artikel Tag: Adam Azim, Tinju, Petinju, boxing, IBF, Inggris, Dalton Smith, WBC, Kelas Welter Junior, Subriel Matias, Brooklyn, Amerika Serikat, Unifikasi, The Ring, Richardson Hitchins, London, Carl Frampton, Scott QUIGG, Amir Khan, Kell Brook, Nigel Benn, Chris Eubank Sr