Kanal

Berita Conor Benn Gabung Zuffa Boxing Kejutkan Dunia Tinju Inggris

Penulis: Hanif Rusli
25 Feb 2026, 11:29 WIB

Terlepas dari pro dan kontra, satu hal yang tak terbantahkan adalah Conor Benn menjadi rekrutan terbesar di era Zuffa sejauh ini. (Foto: Fight TV)

Kabar kepindahan Conor Benn ke Zuffa memicu kehebohan besar di jagat tinju Inggris, bahkan meluas ke ranah olahraga arus utama.

Banyak pihak awalnya mengira pengumuman tersebut hanyalah rekayasa digital atau lelucon media sosial, namun kenyataannya transfer itu benar-benar terjadi.

Pengumuman resmi muncul di akun media sosial Zuffa, menampilkan gambar Benn dengan tulisan “SIGNED” serta video singkat dirinya berjabat tangan dengan CEO Zuffa, Dana White.

Sekilas, visual tersebut bahkan dianggap sebagian warganet tampak seperti hasil kecerdasan buatan (AI) atau cuplikan gim video.

Namun setelah diverifikasi, kabar tersebut terbukti sah. Conor Benn resmi meninggalkan promotor lamanya, Matchroom Boxing, yang dipimpin Eddie Hearn.

Keputusan ini mengejutkan publik, mengingat hubungan panjang Benn dengan Matchroom selama satu dekade terakhir.

Di Inggris, berita ini langsung menjadi sorotan utama olahraga, mengalahkan pemberitaan laga-laga penting Liga Inggris dan turnamen rugby Six Nations pada akhir pekan yang sama.

Biasanya, hanya nama sebesar Anthony Joshua atau Tyson Fury yang mampu menembus perhatian publik luas. Namun kali ini, Benn menjadi pusat perhatian.

Spekulasi pun bermunculan. Ada yang menduga kepindahan tersebut merupakan strategi bisnis tersembunyi atau bagian dari manuver negosiasi.

Bahkan muncul teori bahwa Hearn mengetahui rencana tersebut sejak awal. Namun Hearn membantah berbagai spekulasi itu.

Dalam wawancara dengan iFL TV, Hearn mengungkapkan kekecewaannya.

Ia menyebut tidak menerima panggilan langsung dari Benn sebelum keputusan diumumkan, bahkan tidak diberi kesempatan menyamai tawaran finansial dari Zuffa.

Hearn juga mengakui pernah membantu Benn secara finansial dalam jumlah besar dan merasa terpukul dengan cara perpisahan itu terjadi.

Conor Benn sendiri merupakan salah satu proyek sukses Matchroom. Ia datang dari Australia sebagai petinju muda yang masih mentah, lalu berkembang menjadi salah satu bintang kelas welter Inggris.

Meski sempat diterpa kontroversi setelah gagal dalam dua tes VADA pada 2022, kariernya tetap dipertahankan dan dibela oleh promotornya saat itu.

Dari sisi Zuffa, perekrutan Benn dipandang sebagai langkah besar dan sinyal keseriusan organisasi tersebut dalam memperluas pengaruhnya di dunia tinju.

White menepis anggapan bahwa proses negosiasi dilakukan secara tidak etis, serta menegaskan bahwa keputusan tersebut murni kesepakatan profesional.

Terlepas dari pro dan kontra, satu hal yang tak terbantahkan adalah Conor Benn menjadi rekrutan terbesar di era Zuffa sejauh ini.

Kepindahan ini bukan sekadar transfer atlet, melainkan pergeseran signifikan dalam peta kekuatan promotor tinju Inggris.

Jika sebelumnya kabar tersebut terasa seperti rekayasa digital, kini dampaknya nyata. Dunia tinju Inggris harus bersiap menghadapi babak baru dalam karier Conor Benn.

Artikel Tag: Matchroom Boxing, conor benn

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru