Kanal

Canelo Alvarez Dianggap Punya Karier Lebih Mengesankan dibanding Mayweather

Penulis: Abdi Ardiansyah
03 Sep 2026, 11:42 WIB

Canelo Alvarez vs Floyd Mayweather Jr

Berita Tinju - Perdebatan mengenai siapa petinju terbaik sejak pergantian milenium kembali muncul setelah Robert Garcia memberikan penilaian mengejutkan. Pelatih yang tiga kali meraih penghargaan Trainer of the Year dari Boxing Writers Association of America tersebut memilih Saul Canelo Alvarez ketika harus membandingkan perjalanan kariernya dengan Floyd Mayweather Jr.

Mayweather menutup karier dengan rekor sempurna 50 kemenangan dari 50 pertarungan. Ia juga berhasil menjadi juara dunia di lima kelas berbeda dan mengalahkan sejumlah nama besar, termasuk Manny Pacquiao, Oscar De La Hoya, serta Miguel Cotto.

Namun, karier Mayweather tidak sepenuhnya terbebas dari kritik. Gaya pemilihan lawan dan pendekatannya dalam menjalankan bisnis tinju sering menjadi bahan perdebatan. Salah satu contoh yang kembali disorot adalah kegagalannya menghadapi Antonio Margarito ketika masih berada di puncak karier.

Dalam True Hustle Podcast, Robert Garcia mengungkap bahwa dirinya mengetahui adanya tawaran besar untuk mempertemukan Mayweather dengan Margarito pada 2006.

"Saya tidak pernah melihat kontraknya, tetapi yang saya dengar dan saya tahu, Top Rank pernah menawarkan delapan juta dolar kepada Mayweather untuk melawan Margarito. Dia tidak pernah ingin menghadapi Margarito, jadi dia menghindarinya," ujar Garcia.

Margarito saat itu dikenal sebagai salah satu petinju berbahaya di kelas welter. Meski pertarungan tersebut tidak pernah terwujud, Garcia menggunakan contoh itu untuk menjelaskan mengapa ia memiliki pandangan berbeda ketika menilai karier Mayweather dan Canelo.

Menurut Garcia, Canelo juga pernah mendapat kritik karena dianggap terlalu selektif dalam memilih lawan. Namun, ia menilai petinju asal Meksiko tersebut mengambil lebih banyak risiko sepanjang perjalanan kariernya.

"Canelo juga mendapat kritik serupa. Orang bisa mengatakan bahwa dia terkadang memilih lawan, dan mungkin ada benarnya. Tetapi menurut saya, dia mengambil lebih banyak tantangan daripada Mayweather," kata Garcia.

Salah satu alasan utama Garcia adalah keberanian Canelo untuk naik kelas. Petinju Meksiko tersebut pernah naik ke kelas berat ringan untuk menghadapi Dmitry Bivol pada 2022.

Garcia menganggap keputusan tersebut sebagai bukti bahwa Canelo tidak selalu mengambil jalur yang paling aman untuk mempertahankan statusnya sebagai bintang terbesar tinju.

"Siapa yang mau naik ke kelas berat ringan? Seorang petinju dengan tinggi sekitar 5 kaki 8 atau 9 inci. Dia tidak harus naik untuk melawan Bivol, tetapi dia tetap mengambil kesempatan itu," ujarnya.

Canelo Alvarez memang akhirnya kalah dari Bivol melalui keputusan mutlak. Namun, menurut Garcia, keberanian mengambil pertarungan tersebut justru menjadi bagian penting dari warisan sang petinju.

"Pada akhirnya, saya mungkin akan mengatakan bahwa Canelo memiliki karier yang lebih mengesankan daripada Mayweather. Dia mengambil risiko yang sebenarnya tidak harus dia ambil," tutur Garcia.

Menariknya, Canelo sendiri pernah berhadapan langsung dengan Mayweather pada 2013. Dalam pertarungan tersebut, Mayweather menang melalui keputusan mayoritas dan memberikan Canelo kekalahan pertama dalam karier profesionalnya.

Kini, Canelo masih memiliki kesempatan menambah pencapaian dalam kariernya. Ia dijadwalkan menghadapi Christian Mbilli dalam perebutan gelar WBC kelas menengah super pada 31 Oktober 2026 di Riyadh, Arab Saudi.

Pertarungan tersebut akan menjadi kesempatan bagi Canelo Alvarez untuk merebut kembali salah satu gelar yang pernah dikuasainya sekaligus memperkuat warisan kariernya yang menurut Robert Garcia sudah lebih mengesankan dibandingkan Mayweather.

Artikel Tag: WBC, saul canelo alvarez, Floyd Mayweather Jr, kelas welter, kelas berat ringan, Kelas Menengah Super, robert garcia, Christian Mbilli

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru