De La Hoya: Ryan Garcia Terlalu Berbahaya bagi Mario Barrios di Laga WBC
Mario Barrios (kiri) dan Ryan Garcia. (Foto: Fight TV)
Promotor tinju ternama, Oscar De La Hoya, optimistis anak asuhnya, Ryan Garcia, akan tampil berbahaya saat menghadapi juara dunia kelas welter WBC, Mario Barrios, pada 21 Februari mendatang.
Pertarungan tersebut dijadwalkan menjadi laga utama dalam ajang “The Ring: High Stakes” di T-Mobile Arena, Las Vegas.
Garcia memasuki pertarungan ini setelah melalui periode sulit dalam kariernya. Pada Mei lalu, ia kalah angka mutlak dari Rolando Romero dalam laga yang mengejutkan publik tinju.
Kekalahan itu terjadi setelah ia menjalani skorsing satu tahun akibat kasus doping menyusul pertarungannya melawan Devin Haney pada April 2024 yang kemudian dinyatakan no-contest.
Meski demikian, De La Hoya melihat perkembangan positif dalam persiapan Garcia.
Petinju berusia 25 tahun itu kembali berlatih penuh waktu bersama ayahnya, Henry Garcia, untuk pertama kalinya sejak 2018 setelah berpisah dari pelatih Derrick James.
Sebelumnya, Ryan Garcia juga sempat dilatih oleh Joe Goossen, yang menggantikan Eddy Reynoso dalam periode 2022 hingga 2023.
“Saya menyukai kombinasi Ryan dan Henry. Mereka tahu persis apa yang harus dilakukan. Ryan terlihat sangat termotivasi dan kembali memiliki semangat besar terhadap tinju,” kata De La Hoya.
Menariknya, Goossen kini justru menjadi pelatih Barrios.
Situasi tersebut memicu ketegangan setelah Garcia menyebut mantan pelatihnya itu sebagai “pengkhianat” dalam konferensi pers pembuka bulan lalu.
De La Hoya menilai langkah itu sebagai strategi psikologis untuk mengganggu fokus Garcia.
De La Hoya mengaku pernah mengalami situasi serupa dalam kariernya. Saat menghadapi Floyd Mayweather Jr. pada 2007, ia dilatih oleh Freddie Roach.
Dua tahun kemudian, Roach melatih Manny Pacquiao yang mengalahkannya hingga memutuskan pensiun.
Di sisi lain, Mario Barrios datang ke pertarungan ini setelah hasil imbang mayoritas melawan Pacquiao pada Juli lalu.
Sebelumnya, ia juga mencatat hasil imbang terpisah saat menghadapi Abel Ramos pada November 2024.
De La Hoya menilai pengalaman tersebut bisa membuat Barrios tampil berbeda, tetapi ia tetap yakin Garcia memiliki peluang besar untuk menang.
Menurutnya, Garcia akan menjadi petinju yang sangat berbahaya jika tampil disiplin dan fokus.
Jika Garcia berhasil merebut kemenangan, itu akan menjadi kemenangan pertamanya sejak menghentikan Oscar Duarte pada Desember 2023.
Hasil positif juga berpotensi membuka jalan menuju duel unifikasi gelar melawan Haney atau Romero, serta kemungkinan menghadapi penantang utama WBC, Conor Benn.
De La Hoya menilai divisi welter saat ini terbuka lebar bagi siapa pun yang mampu tampil konsisten.
Ia pun memprediksi pertarungan Ryan Garcia melawan Mario Barrios akan berlangsung menarik dan penuh aksi.
Artikel Tag: oscar de la hoya, Ryan Garcia, Mario Barrios