Eddie Hearn Buka Suara Soal Laga Conor Benn vs Prograis
Eddie Hearn
Berita Tinju: Eddie Hearn memberikan tanggapan terkait keputusan Conor Benn yang menerima tawaran pertarungan melawan Regis Prograis. Laga tersebut akan digelar 11 April di Tottenham Hotspur Stadium sebagai partai pendamping utama duel Tyson Fury kontra Arslanbek Makhmudov dan disiarkan melalui Netflix.
Benn sebelumnya membuat kejutan dengan meninggalkan Matchroom Boxing untuk menandatangani kontrak satu pertarungan bernilai besar bersama Zuffa Boxing milik Dana White. Padahal, selama ini ia dikenal sangat dekat dengan Hearn dan dianggap sebagai petinju “seumur hidup” Matchroom. Hearn bahkan menjadi salah satu sosok yang paling vokal membela Benn saat sang petinju tersandung dua kasus gagal tes doping yang sempat merusak reputasinya.
Keputusan Benn pindah promotor menuai pro dan kontra. Sebagian pihak menilai caranya kurang etis mengingat loyalitas panjang yang telah terjalin. Namun di sisi lain, bayaran yang dilaporkan mencapai 15 juta dolar AS dianggap sebagai alasan kuat untuk mengambil peluang tersebut.
Menanggapi laga melawan Prograis, Hearn mempertanyakan bobot yang akan digunakan. Benn sempat bertarung dua kali di kelas 160 pon melawan Chris Eubank Jr, namun kini disebut akan turun kembali ke kelas welter. Pertarungan kontra Prograis sendiri disepakati di catchweight 150 pon.
“150 pon? Itu bagus untuk Conor mencoba turun dari 160,” ujar Hearn. Ia menilai penyesuaian berat badan tersebut masih menguntungkan mantan anak asuhnya.
Soal peluang, Eddie Hearn tidak ragu menjagokan Benn. Menurutnya, Prograis memang masih petinju berbahaya, tetapi performanya sudah tidak seperti beberapa tahun lalu. “Saya suka Regis. Tapi Anda bisa lihat saat melawan Jojo Diaz, dia bukan lagi petinju seperti dulu. Conor harusnya jauh lebih segar,” katanya.
Hearn mengakui pertarungan ini bukan opsi yang sebelumnya ia siapkan karena target awalnya adalah duel perebutan gelar dunia untuk Benn. Namun ia memahami bahwa laga ini bisa menjadi jembatan sebelum melangkah ke level berikutnya. Ia juga menyebut akan terasa aneh melihat Benn tampil bukan di bawah bendera Matchroom, meski bayaran besar tentu menjadi penghibur.
Selain itu, Eddie Hearn menyoroti potensi dampak finansial dari bayaran besar tersebut terhadap stabilitas internal Zuffa Boxing dan TKO. Ia mempertanyakan bagaimana reaksi para petarung UFC melihat nilai kontrak tinju yang jauh lebih tinggi dibanding bayaran mereka.
Saat ini, Benn berstatus penantang nomor satu WBC di kelas welter. Ia juga telah menyatakan minat membidik pertarungan melawan juara baru, Ryan Garcia, pada akhir tahun. Namun realisasi duel tersebut, termasuk di bawah promotor mana, masih menjadi tanda tanya.
Artikel Tag: Tyson Fury, Eddie Hearn, Matchroom Boxing, conor benn, Regis Prograis