Kanal

Errol Spence Puji Terence Crawford Pensiun Saat Masih di Puncak Karier

Penulis: Hanif Rusli
18 Feb 2026, 09:20 WIB

Terence Crawford (kiri) dan Errol Spence pernah berhadapan dalam duel unifikasi gelar sejati kelas welter pada Juli 2023. (Foto: Fight TV)

Keputusan Terence Crawford untuk pensiun saat masih berada di puncak kariernya mengejutkan banyak pihak di dunia tinju. Namun, bagi Errol Spence Jr., langkah tersebut bukanlah sesuatu yang mengherankan.

Crawford memilih meninggalkan ring ketika reputasinya tengah berada di titik tertinggi.

Ia menutup karier dengan status sebagai salah satu petinju terbaik generasinya, lengkap dengan deretan gelar juara dunia di berbagai kelas.

Keputusan itu memicu perdebatan, mengingat masih terbuka banyak peluang besar, baik dari sisi finansial maupun warisan prestasi.

Spence, yang pernah menjadi rival terbesarnya, justru memahami alasan di balik keputusan tersebut. Dalam wawancara dengan FightHype, ia mengaku tidak terkejut melihat Crawford memilih gantung sarung tinju.

“Saya tidak terkejut. Dia sudah melakukan segalanya dalam olahraga ini, jadi apa lagi yang tersisa? Dia punya kesehatan, punya anak-anak dan keluarga, dan dia ingin bersama mereka,” ujar Spence.

Kedua petinju pernah berhadapan dalam duel unifikasi gelar sejati kelas welter pada Juli 2023.

Dalam laga yang sangat dinantikan tersebut, Terence Crawford tampil dominan dan menghentikan Spence pada ronde kesembilan. Sejak kekalahan itu, Spence belum kembali naik ring.

Sementara itu, Crawford melanjutkan kariernya dengan menambah koleksi gelar.

Ia sukses menjadi juara di kelas 154 pound sebelum kemudian menyabet status tak terbantahkan di kelas 168 pound.

Salah satu pencapaian terbesarnya adalah kemenangan atas Canelo Alvarez untuk merebut supremasi kelas menengah super.

Kemenangan tersebut menjadikan Crawford sebagai juara dunia di lima divisi berbeda. Ia bahkan memiliki peluang untuk menjalani laga ulang melawan Alvarez atau mencoba peruntungan di kelas menengah demi memburu gelar di divisi keenam.

Meski demikian, Terence Crawford menilai risiko kesehatan jangka panjang tidak sebanding dengan potensi keuntungan yang bisa diraih.

Keputusan itu dinilai Spence sebagai langkah bijak, meski ia pribadi ingin melihat mantan lawannya terus mendominasi ring.

“Banyak rasa hormat untuknya karena pensiun saat masih di atas. Tidak banyak petinju yang mau melakukan itu,” kata Spence.

Dalam dunia tinju yang kerap menyaksikan atlet bertahan terlalu lama hingga performa menurun, pilihan Crawford dianggap sebagai contoh langka.

Ia menutup karier tanpa noda besar dan tetap dalam kondisi fisik prima, meninggalkan warisan sebagai salah satu petinju terbaik di eranya.

Artikel Tag: Canelo Álvarez, Terence Crawford, Errol Spence

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru