Giorgio Visioli Siap Hadapi Veteran Maxi Hughes untuk Uji Level Tinju
Giorgio Visioli berstatus juara Inggris setelah melewati sejumlah pertarungan yang menguji kemampuannya selama setahun terakhir. (Foto: Fight TV)
Petinju kelas ringan asal Inggris, Giorgio Visioli, menilai pengalaman menghadapi pertarungan sulit telah membantunya berkembang sebelum menjalani ujian berikutnya melawan veteran Maxi Hughes di Utilita Arena, Sheffield, Sabtu (24/10).
Duel tersebut menjadi bagian dari rangkaian pertarungan tambahan dalam acara utama Dalton Smith melawan Alberto Puello dan akan disiarkan secara eksklusif melalui DAZN.
Visioli, yang memiliki rekor 11 kemenangan tanpa kekalahan dengan enam kemenangan knockout (KO), akan menghadapi Hughes yang telah mengantongi 29 kemenangan, sembilan kekalahan, dan dua hasil imbang.
Petinju berusia 23 tahun itu berstatus juara Inggris setelah melewati sejumlah pertarungan yang menguji kemampuannya selama setahun terakhir.
Pada awal kariernya, Giorgio Visioli dikenal mampu mengendalikan tempo dan jarak pertarungan melalui teknik tinju, pergerakan, serta pukulan balasan yang akurat.
Namun, timnya memutuskan untuk tidak terus memilih lawan yang relatif mudah dan mendorongnya menghadapi petinju yang dapat memberikan perlawanan lebih berat.
Visioli harus bekerja keras selama 10 ronde untuk mengalahkan Joe Howarth pada Desember. Ia kemudian kembali menjalani pertarungan 10 ronde melawan Levi Giles pada 21 Maret, sebelum menang dan mempertahankan gelar Inggrisnya.
“Saya dulu berpikir tidak ingin bertarung di level Inggris dan ingin langsung melangkah ke level yang lebih tinggi. Namun, setelah berdiskusi dengan manajer dan tim, mereka menyarankan saya menjalani pertarungan di level Inggris karena lawan-lawan di sana tangguh dan bisa mengajarkan banyak hal,” kata Visioli kepada The Ring.
Menurutnya, pertarungan melawan Howarth menjadi pengalaman penting karena ia belum pernah menghadapi lawan yang terus menekan selama 10 ronde.
Meski menang mutlak berdasarkan keputusan juri, Visioli mengaku harus menjaga konsentrasi agar tidak kehilangan kendali.
Pengalaman tersebut membuatnya lebih tenang saat menghadapi Giles. Sejak pertahanan gelar pertamanya itu tujuh bulan lalu, Visioli belum kembali bertanding, tetapi tetap berlatih secara konsisten bersama pelatih Mark Tibbs.
Giorgio Visioli mengatakan masa latihan tersebut dimanfaatkan untuk memperbaiki sejumlah kekurangan, terutama dalam mengombinasikan pukulan dan mengurangi keraguan saat menyerang.
Ia juga berusaha meningkatkan kemampuan tanpa mengubah seluruh gaya bertarungnya.
Sementara itu, Hughes akan menjadi lawan dengan pengalaman jauh lebih luas. Petinju berusia 36 tahun tersebut pernah menjalani tiga eliminator gelar dunia dan menjadi juara Inggris.
Pada 14 Maret, ia naik ke kelas welter junior dalam waktu persiapan singkat, tetapi kalah melalui penghentian wasit pada ronde kelima dari Pierce O'Leary.
Kembali ke kelas ringan, Hughes diperkirakan menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan Visioli. Sang prospek menyadari lawannya tidak akan membiarkan petinju muda mengalahkannya dengan mudah.
Giorgio Visioli meyakini Hughes akan tampil serius karena memiliki pengalaman bertanding di level dunia. Pertarungan di Sheffield itu pun menjadi kesempatan bagi Visioli untuk membuktikan kesiapan menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
Artikel Tag: Maxi Hughes