Kanal

Oleksandr Usyk Akan Pertahankan Sabuk WBC Lawan “Raja Kickboxing” di Mesir

Penulis: Hanif Rusli
28 Feb 2026, 20:52 WIB

Oleksandr Usyk menerima tantangan dari Rico Verhoeven, raja kickboxing kelas berat asal Belanda. (Foto: Fight TV)

Juara dunia kelas berat WBC, Oleksandr Usyk, akan menjalani pertarungan unik pada 23 Mei mendatang.

Petinju asal Ukraina itu dijadwalkan mempertahankan gelarnya melawan juara kickboxing Rico Verhoeven dalam sebuah ajang bertajuk “Glory of Giza: Undefeated Icons” yang digelar di kompleks Piramida Giza, Mesir.

Pengumuman laga tersebut disampaikan oleh The Ring, Jumat (27/2) waktu setempat. Pertarungan ini akan menjadi partai utama dan disiarkan secara langsung melalui platform DAZN.

Oleksandr Usyk (24-0, 15 KO) datang dengan status tak terkalahkan dan menyandang predikat tiga kali juara dunia sejati di dua divisi berbeda.

Dalam laga terakhirnya pada Juli tahun lalu, petinju 39 tahun itu menghentikan Daniel Dubois lewat knockout ronde kelima.

Sejak 2021, Oleksandr Usyk telah dua kali mengalahkan Anthony Joshua, Tyson Fury, serta Dubois, sehingga opsi lawan di divisi kelas berat relatif terbatas.

Sempat muncul wacana duel melawan mantan juara WBC Deontay Wilder, namun Usyk memilih arah berbeda dengan menerima tantangan dari Verhoeven, raja kickboxing kelas berat asal Belanda.

Dalam pernyataan resminya, Usyk menyampaikan rasa hormat kepada calon lawannya. Ia menyebut Verhoeven sebagai atlet hebat dan “Raja Kickboxing”, tetapi menegaskan bahwa tinju memiliki aturan dan karakter berbeda.

“Saya sangat menghormati mereka yang mencapai puncak dalam olahraga masing-masing. Rico adalah salah satunya. Tapi ini adalah tinju, permainan berbeda dengan rajanya sendiri,” ujar Oleksandr Usyk.

Bagi Verhoeven, duel ini menjadi tantangan terbesar di luar zona nyamannya.

Petarung 36 tahun itu dikenal sebagai juara kelas berat terlama dalam sejarah promotor kickboxing GLORY.

Ia memegang sabuk selama 4.220 hari dengan 13 kali mempertahankan gelar dari 2013 hingga 2025. Rekornya di kickboxing tercatat 66 kemenangan dan 10 kekalahan.

Meski berlatar belakang kickboxing, Verhoeven bukan sepenuhnya asing dengan tinju profesional.

Ia pernah mencatat satu kemenangan KO pada 2014, serta memiliki satu laga MMA yang dimenangkannya lewat TKO pada 2015.

Verhoeven menegaskan motivasinya bukan sekadar tampil di panggung besar, melainkan mencari tantangan tertinggi.

“Saya menghabiskan 12 tahun sebagai juara kickboxing sejati. Rasa lapar itu tidak hilang. Usyk adalah juara sejati di tinju. Ini tantangan yang memotivasi saya,” katanya.

Pertarungan di Piramida Giza diprediksi menjadi salah satu event tinju paling spektakuler secara lokasi dalam beberapa tahun terakhir.

Latar ikonik tersebut menambah daya tarik duel lintas disiplin antara dua juara dominan di cabang masing-masing.

Secara teknis, duel ini tetap berlangsung dalam aturan tinju profesional. Artinya, pengalaman dan jam terbang Usyk di ring tinju menjadi faktor krusial.

Namun kekuatan fisik dan mentalitas juara Verhoeven diyakini memberi dimensi berbeda.

Bagi Usyk, laga ini sekaligus menjaga aktivitasnya di tengah terbatasnya penantang baru di kelas berat.

Sementara bagi Verhoeven, kesempatan ini membuka peluang mencetak sejarah sebagai petarung lintas cabang yang menantang salah satu raja tinju modern.

Artikel Tag: WBC, oleksandr usyk

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru