Ryan Garcia Incar Pemenang Romero vs Lopez untuk Duel Unifikasi
Ryan Garcia
Berita Tinju - Ryan Garcia meyakini Teofimo Lopez memiliki peluang lebih besar untuk mengalahkan Rolando Romero dalam duel perebutan gelar dunia WBA kelas welter yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus di T Mobile Arena, Las Vegas.
Pertarungan tersebut menjadi kesempatan bagi Lopez untuk mencetak sejarah sebagai juara dunia di tiga divisi berbeda. Sebelumnya, petinju berjuluk The Takeover pernah menguasai kelas ringan dan kelas welter super sebelum memutuskan naik ke kelas welter.
Sementara itu, Romero akan menjalani pertahanan gelar pertamanya sejak diangkat sebagai juara dunia penuh WBA. Status tersebut diperoleh setelah sebelumnya memegang sabuk WBA Regular dan kemudian dipromosikan menjadi juara utama.
Romero terakhir kali naik ring pada Mei 2025 saat mengejutkan dunia tinju dengan mengalahkan Ryan Garcia melalui kemenangan angka mutlak. Dalam laga itu, Romero bahkan sempat menjatuhkan Garcia pada ronde kedua sebelum mengendalikan jalannya pertarungan hingga akhir.
Meski pernah kalah dari Romero, Garcia justru lebih menjagokan Lopez untuk keluar sebagai pemenang. Menurutnya, kemampuan teknik dan pengalaman Lopez menghadapi lawan elite akan menjadi pembeda.
"Saya ingin menghadapi pemenang pertarungan itu. Itulah yang ingin saya lakukan sebelum kontrak saya bersama Golden Boy berakhir," ujar Garcia kepada Ring Magazine.
"Saya rasa Teofimo yang akan menang. Menurut saya dia sudah memahami cara menghadapi Romero. Pengalaman sparring mereka di masa lalu juga bisa menjadi faktor penting."
Garcia menilai kedua petinju kemungkinan akan tampil hati hati karena sudah saling mengenal kemampuan masing masing dari sesi latihan bersama beberapa tahun lalu.
"Mereka pasti sama sama memiliki sedikit keraguan karena pengalaman sparring itu. Tetapi ketika Teofimo benar benar percaya diri, dia adalah petinju yang sangat sulit dikalahkan. Saat melawan Shakur Stevenson saya merasa dia tidak memiliki keyakinan yang sama. Kali ini saya rasa dia tahu apa yang harus dilakukan," lanjutnya.
Lopez memang datang dengan misi bangkit setelah kehilangan gelar WBO kelas welter super usai kalah angka dari Shakur Stevenson pada awal tahun. Di sisi lain, Romero bertekad membuktikan bahwa kemenangannya atas Garcia bukan sekadar kejutan.
Adapun Ryan Garcia masih memiliki agenda penting sebelum mewujudkan ambisinya menghadapi pemenang duel tersebut. Juara dunia WBC kelas welter itu dijadwalkan mempertahankan sabuknya melawan Conor Benn pada 12 September. Jika mampu mempertahankan gelar, peluang duel unifikasi melawan pemenang Romero kontra Lopez akan semakin terbuka.
Artikel Tag: WBA, WBC, kelas welter, Unifikasi, Teofimo Lopez, Ryan Garcia, conor benn, Rolando Romero