Terence Crawford: Saya Petinju yang Melampaui Mayweather dan Roy Jones Jr!
Terence Crawford
Berita Tinju: Pasca pengumuman pensiun, nama Terence Crawford semakin sering masuk dalam daftar petinju pound for pound terbaik sejak awal milenium. Petinju asal Amerika Serikat itu menilai pencapaiannya di atas ring memberinya keunggulan tersendiri dibandingkan legenda besar seperti Floyd Mayweather dan Roy Jones Jr.
Crawford mencatat kemenangan monumental atas Saul Canelo Alvarez pada September lalu, sebuah hasil yang langsung menjadi bagian penting sejarah tinju. Kemenangan tersebut mengantarkannya sebagai petinju kedua yang berhasil menyabet gelar undisputed di tiga divisi berbeda, sebuah prestasi langka yang terakhir kali dicapai Henry Armstrong 87 tahun silam.
Tak lama setelah kemenangan bersejarah itu, Crawford memilih mengakhiri kariernya saat berada di puncak. Ia pensiun dengan rekor sempurna 42 kemenangan tanpa kekalahan, serta status sebagai juara dunia di lima kelas berbeda. Keputusan tersebut dinilai banyak pihak sebagai langkah ideal untuk menjaga warisan dan kesehatan jangka panjangnya.
Dalam perbincangan bersama The Pivot Podcast, Crawford mengenang momen ketika menjadi juara undisputed kelas super ringan pada 2017 sebagai titik balik kariernya. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya memiliki target besar, bukan sekadar memenangkan satu pertarungan.
“Saya membawa pola pikir bahwa ini bukan akhir, saya sedang menuju pertarungan yang lebih besar. Semua laga hanyalah tahapan untuk membuktikan sesuatu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perayaan sesungguhnya baru ia rasakan ketika berhasil mengumpulkan seluruh sabuk juara.
Menurut Crawford, pencapaian tersebut memberinya pembeda dari para legenda. “Saat saya meraih semua sabuk, saya sadar Floyd tidak melakukannya, Pacquiao juga tidak. Bahkan Roy Jones Jr, petinju favorit saya, tidak mencapainya. Itu memberi saya sesuatu yang tidak mereka miliki,” katanya. Ia menegaskan pernyataannya bukan untuk merendahkan, melainkan menyoroti fakta sejarah.
Sementara itu, peta gelar undisputed kelas super middleweight kini kembali terpecah. Sabuk WBA dipegang Jose Armando Resendiz, sementara Christian Mbilli naik status menjadi juara penuh WBC. Di sisi lain, Hamzah Sheeraz dijadwalkan menghadapi Alem Begic yang berusia 38 tahun untuk memperebutkan gelar WBO, sedangkan sabuk IBF akan diperebutkan dalam laga terpisah.
Meski ring sudah ditinggalkan, pengaruh Terence Crawford terhadap dunia tinju tetap kuat. Perdebatan mengenai posisinya di antara para legenda dipastikan akan terus berlanjut.
Artikel Tag: Terence Crawford, Tinju kelas menengah, Roy Jones Jr