WBC Buka Suara Soal Status Gelar Shakur Stevenson
Shakur Stevenson
Berita Tinju: Keputusan WBC yang menyatakan gelar dunia kelas ringan Shakur Stevenson lowong menimbulkan tanda tanya besar di dunia tinju. Pengumuman itu muncul hanya beberapa hari setelah Stevenson meraih kemenangan penting atas Teofimo Lopez dalam perebutan sabuk WBO kelas ringan super.
Stevenson sebelumnya merebut gelar WBC kelas ringan pada November 2023. Ketika ia naik ke kelas 140 pon untuk menghadapi Lopez, banyak pihak menilai langkah tersebut sebagai upaya memperluas warisan kariernya. Penampilannya dinilai impresif dan memperkuat posisinya dalam daftar petinju terbaik lintas divisi.
Namun empat hari setelah pertarungan tersebut, WBC mengumumkan bahwa Stevenson tidak lagi berstatus juara dunia kelas ringan. Presiden WBC, Mauricio Sulaiman, kemudian memberikan klarifikasi terkait polemik tersebut.
“Kami menerima komunikasi dari manajemen yang meminta agar Shakur bisa bertarung di divisi berbeda tanpa kehilangan gelar kelas ringan. Bahkan ada permintaan sabuk khusus untuk laga itu,” ujar Sulaiman.
Ia menjelaskan bahwa secara aturan, WBC memungkinkan juara bertarung di kelas lain dengan persetujuan dewan, tetapi proses administrasi harus dipenuhi. “Kami sudah menyampaikan bahwa hal tersebut bisa dibahas dan saya siap membawanya ke dewan. Namun kami meminta pengajuan resmi secara tertulis untuk memulai proses, dan dokumen itu tidak pernah kami terima,” katanya.
Menurut Sulaiman, meski permintaan lisan sempat dibicarakan dalam forum internal dan mendapat persetujuan prinsip, WBC tetap membutuhkan dokumen resmi sebagai dasar legal. Ia menegaskan bahwa federasi tidak mencopot Stevenson secara sepihak.
“Kami tidak mencopot Shakur. Pihak manajemennya yang tidak menyelesaikan prosedur, sehingga gelar itu menjadi lowong. Kami memiliki bukti korespondensi terkait hal ini,” tegasnya.
Di sisi lain, Stevenson sempat mengungkap adanya biaya otorisasi sebesar 120 ribu dolar sesuai regulasi WBC. Sulaiman membenarkan angka tersebut dan menyatakan bahwa jumlah itu bahkan di bawah persentase standar.
“Biaya tersebut sesuai aturan yang berlaku. Ini bukan soal uang semata, melainkan kepatuhan terhadap regulasi organisasi,” jelasnya.
Kasus ini menambah daftar panjang dinamika antara petinju elite dan badan tinju dunia. Dengan posisi Shakur Stevenson yang masih menjadi salah satu nama besar di kelas ringan dan ringan super, menarik dinantikan apakah ia akan kembali bersaing memperebutkan sabuk WBC di masa mendatang.
Artikel Tag: WBC, Tinju Kelas Ringan, Tinju kelas super ringan, Shakur Stevenson