Format Penilaian Baru Akan Diterapkan di Kejuaraan Dunia Junior
Tim Junior Indonesia/[Foto:PBSI]
Tim junior nasional telah mulai beradaptasi dengan format penilaian estafet 3x55 yang baru yang akan digunakan untuk nomor beregu campuran di Kejuaraan Dunia Junior 2026 di Kairo mulai 5-17 Oktober.
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akan memperkenalkan format baru, dengan setiap pertandingan diperebutkan dalam format terbaik dari tiga set dan setiap set dimainkan hingga total 55 poin.
Pelatih ganda putra junior nasional, Pang Cheh Chang, mengatakan para pemain telah mulai membiasakan diri dengan sistem baru tersebut selama sesi latihan.
Namun, ia tidak memperkirakan perubahan tersebut akan menimbulkan masalah besar karena tim tersebut telah berpengalaman dengan format penilaian serupa di kejuaraan tahun lalu di India, di mana BWF menggunakan sistem penilaian estafet 3x45.
"Ini cukup menarik bagi saya. Ini akan menjadi kali pertama kami bermain dengan format ini, jadi kami perlu waktu untuk membiasakan diri."
"Sebenarnya, ini adalah versi yang dipersingkat dari format 110 poin sebelumnya. Temponya jauh lebih cepat, jadi para pemain perlu beradaptasi lebih cepat."
"Penyesuaian dalam hal gameplay harus dilakukan lebih awal dari biasanya. Bahkan dalam format 110 poin, konsepnya tetap sama, hanya saja sekarang telah dipersingkat."
"Jadi, pada dasarnya hanya dibagi menjadi format yang lebih kecil dan saya rasa itu tidak akan menimbulkan masalah besar," kata Cheh Chang.
BWF pertama kali memperkenalkan format penilaian estafet pada edisi 2024 di Nanchang, dengan setiap pertandingan menampilkan 10 laga di lima disiplin dan dimainkan hingga skor kumulatif 110 poin.
Pada saat yang sama, Cheh Chang tidak percaya perubahan terbaru ini akan membingungkan para pemain. Sebaliknya, ia mengatakan terserah kepada para pelatih untuk menjelaskan formatnya dengan jelas dan membantu para pemain beradaptasi.
"Yang terpenting adalah menjelaskannya kepada para pemain. Mereka perlu memahami mengapa kami melakukan sedikit penyesuaian dalam latihan agar mereka dapat beradaptasi lebih cepat."
"Saya tidak melihatnya sebagai masalah besar karena kami sudah pernah mengalami format 110 poin sebelumnya. Konsepnya sebagian besar sama dan semuanya bergantung pada seberapa cepat para pemain dapat menyesuaikan diri," tambahnya.
Tahun lalu, perjalanan tim campuran Malaysia berakhir di babak gugur setelah kalah dari Taiwan, tetapi para junior nasional masih berhasil meraih satu medali perak dan satu medali perunggu di nomor individu.
Noraqilah Maisarah Ramdan menjadi bintang di nomor ini, meraih medali perak di nomor ganda putri bersama Low Zi Yu sebelum menambahkan medali perunggu di nomor ganda campuran bersama Loh Zi Heng.
Artikel Tag: Kejuaraan Dunia Junior, Format Penilaian, Sistem penilaian
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/badminton/format-penilaian-baru-akan-diterapkan-di-kejuaraan-dunia-junior
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini