Masuknya Lee Chong Wei ke BAM Menunjukkan Tanda-tanda Kemajuan
Kunlavut Vitidsarn-Lee Chong Wei/[Foto:Badminton Photo]
Kuala Lumpur - Lee Chong Wei telah membawa kedisiplinan dan perencanaan yang cermat sebagai ciri khasnya ke dalam peran barunya di Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), dan hanya dalam tiga bulan, sudah ada tanda-tanda kemajuan.
Malaysia menikmati raihan tiga gelar langka di Indonesian Masters di Jakarta pada hari Minggu, dengan Pearly Tan-M. Thinaah (ganda putri), Chen Tang Jie-Toh Ee Wei (ganda campuran) dan pasangan profesional Goh Sze Fei-Nur Izzuddin Rumsani (ganda putra) semuanya meraih kemenangan.
Sze Fei-Izzuddin telah berlatih tanding dengan pemain nasional beberapa kali seminggu di bawah rencana yang diprakarsai oleh Chong Wei, yang juga telah mengirimkan undangan kepada para profesional lainnya, termasuk Lee Zii Jia untuk berlatih dengan BAM.
Lee Chong Wei mengatakan bahwa perencanaan sejak awal adalah kunci dan menyatakan kepuasannya bahwa direktur pelatihan tunggal Kenneth Jonassen dan direktur pelatihan ganda Rexy Mainaky sejalan dengan visinya.
“Saya sudah berbicara dengan para pelatih dan pemain, dan kami merencanakan semuanya sejak dini agar pemain nasional dan profesional siap, terutama untuk ajang beregu,” kata Chong Wei.
“Kami telah mengundang semua pemain profesional untuk berlatih tanding dengan pemain BAM sebagai persiapan untuk Final Piala Thomas pada bulan April. Bahkan, kami sudah mempertimbangkan untuk berangkat lebih awal ke Denmark untuk pelatihan.”
“Kami juga berencana untuk melakukan pelatihan awal di Jepang sebelum Asian Games pada bulan September.”
Lee Chong Wei juga mewajibkan semua pemain, kecuali yang sudah menikah, untuk tinggal di asrama, menekankan bahwa disiplin tetap menjadi landasan kinerja tinggi.
“Para pemain yang menginap di asrama harus sudah berada di sana paling lambat pukul 22.30, tetapi saya juga memahami bahwa kita tidak dapat memiliki sistem yang sepenuhnya teratur,” katanya.
“Para pemain membutuhkan waktu untuk bersantai dan melepas penat. Kami berencana untuk membangun area hiburan di dalam hostel, termasuk karaoke, meja biliar, dan menyediakan jangkauan internet yang lebih baik.”
Ia memuji para pemain dan pelatih atas penampilan yang kuat di Indonesia.
“Jarang sekali Malaysia memenangkan tiga gelar dalam satu turnamen, dan saya memuji kerja keras semua orang,” kata Chong Wei.
Malaysia terakhir kali meraih prestasi ini di Super Series Finals (sekarang World Tour Finals) pada tahun 2009, ketika Chong Wei sendiri, Wong Mew Choo (tunggal putri), dan Chin Ee Hui-Wong Pei Tty (ganda putri) keluar sebagai juara.
Mereka juga memenangkan empat dari lima gelar di Malaysian Open Grand Prix Gold pada tahun 2012.
Lee Chong Wei, yang menjalankan perannya saat ini secara sukarela tanpa bayaran, menegaskan kembali bahwa fokusnya adalah menciptakan lingkungan yang tepat untuk meraih kesuksesan.
“Saya di sini hanya untuk mendukung para pelatih dan pemain agar mereka dapat berkompetisi tanpa khawatir.”
“Saya senang dengan hasil kami di Indonesian Masters, tetapi itu hanya turnamen Super 500. Kami masih belum memenangkan Super 1000, dan itu akan menjadi salah satu tujuan kami tahun ini, bersama dengan beberapa turnamen besar lainnya.”
“Saya harap para pemain kami dapat melanjutkan performa bagus ini,” tambah Chong Wei, yang kini akan fokus pada persiapan tim elit untuk All-England pada bulan Maret.
Artikel Tag: lee chong wei, rexy mainaky, bam, Herry IP
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/badminton/masuknya-lee-chong-wei-ke-bam-menunjukkan-tanda-tanda-kemajuan
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini