Indiana Fever Bela Fanbase di Tengah Sorotan Perilaku Suporter

Penulis: Hanif Rusli
Selasa 06 Okt 2026, 19:12 WIB - 78 views
GM Indiana Fever Amber Cox mengatakan ia sengaja menyampaikan pembelaan karena menurutnya sejumlah narasi mengenai fanbase Fever selama playoff tidak benar. (Foto: AP)

GM Indiana Fever Amber Cox mengatakan ia sengaja menyampaikan pembelaan karena menurutnya sejumlah narasi mengenai fanbase Fever selama playoff tidak benar. (Foto: AP)

Ligaolahraga.com -

General manager Indiana Fever Amber Cox membela fanbase timnya dari kritik terkait perilaku suporter selama musim ini.

Cox menilai serangan terhadap pendukung Fever tidak memiliki dasar dan meminta kritik tersebut dihentikan.

“Serangan terhadap fanbase kami tidak memiliki dasar dalam kenyataan dan harus dihentikan,” kata Cox dalam konferensi pers akhir musim pekan lalu.

Pernyataan tersebut muncul setelah insiden antara bintang Las Vegas Aces A’ja Wilson dan seorang penonton dalam Game 2 putaran pertama playoff WNBA.

Wilson mendatangi area baseline untuk menegur seorang fan yang berdiri, menunjuk ke arahnya dan melontarkan sejumlah perkataan.

Wilson kemudian mendapat technical foul, sementara penonton tersebut dibawa keluar dari area tribun.

Namun, petugas keamanan arena menyatakan tidak ada pelanggaran terhadap kode etik suporter dan fan itu diperbolehkan kembali masuk.

Cox mengatakan perilaku buruk dari sebagian kecil penonton memang dapat terjadi di berbagai kompetisi olahraga.

Menurut dia, setiap penonton yang melewati batas, baik di arena maupun secara daring, tetap harus dimintai pertanggungjawaban.

Namun, Cox menegaskan tidak ada satu pun fan Fever yang ditunjuk pemain sebagai pelanggar kode etik WNBA sepanjang musim ini.

Ia juga mengatakan tidak ada fan yang dikeluarkan dari pertandingan karena pelanggaran tersebut.

“Fans kami mencintai tim ini. Mereka akan bersorak, mereka akan mencemooh, dan terkadang mungkin menunjuk. Itu adalah keuntungan bermain di kandang dan semuanya masih berada dalam kode etik,” ujar Cox.

Sebelumnya, pada 6 Agustus, dua penonton di kursi courtside saat Fever menghadapi Aces juga diminta meninggalkan area tersebut setelah Jackie Young mengadu kepada ofisial bahwa keduanya terus “mengusiknya” sepanjang pertandingan.

Mereka tidak dikeluarkan dari arena dan dinyatakan tidak melanggar kode etik suporter.

Mantan pemain Indiana Fever yang kini memperkuat Aces, Brianna Turner, membantah pernyataan Cox melalui media sosial. Turner, yang juga menjabat bendahara Women's National Basketball Players Association, menyebut pernyataan Cox tidak benar dan mengatakan pemain dari dalam maupun luar organisasi telah berulang kali menyampaikan keluhan mengenai fanbase Fever.

Kelsey Mitchell, yang mencetak rekor WNBA untuk poin dan tembakan tiga angka terbanyak dalam satu musim, juga mengakui bermain di Indiana terkadang sulit akibat interaksi dengan sejumlah fan.

“Saya rasa orang-orang tidak benar-benar memahami seberapa banyak yang kami hadapi. Ada banyak kebencian dan semua hal yang datang bersama status sebagai atlet profesional, khususnya pemain Indiana Fever,” kata Mitchell.

Cox mengatakan ia sengaja menyampaikan pembelaan karena menurutnya sejumlah narasi mengenai fanbase Indiana Fever selama playoff tidak benar.

Ia menegaskan klub tetap serius menerapkan kode etik, tetapi menilai tidak adil jika seluruh fanbase digambarkan secara negatif.

Artikel Tag: WNBA, Indiana Fever

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/basket/indiana-fever-bela-fanbase-di-tengah-sorotan-perilaku-suporter
78
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini