Kelsey Mitchell Pertimbangkan Masa Depan Bersama Indiana Fever
Kelsey Mitchell mencetak rata-rata 24,7 poin per pertandingan, tertinggi dalam kariernya dan menempati peringkat kedua WNBA. (Foto: AP)
Kelsey Mitchell mengatakan dirinya akan bersikap “egois” dalam menentukan masa depan setelah berstatus unrestricted free agent, sementara Indiana Fever menjadikannya prioritas utama pada offseason.
General manager Fever Amber Cox dan pelatih Stephanie White mengakui keinginan mempertahankan Mitchell setelah pemain berusia 30 tahun itu menjalani musim terbaik dalam kariernya.
Mitchell mencetak rekor WNBA untuk poin dan tembakan tiga angka terbanyak dalam satu musim.
“Saya harus egois. Saya rasa itulah posisi saya dalam karier sekarang, memikirkan apa yang saya butuhkan dan apa yang terbaik untuk saya,” kata Mitchell dalam sesi media akhir musim.
Kelsey Mitchell mencetak rata-rata 24,7 poin per pertandingan, tertinggi dalam kariernya dan menempati peringkat kedua WNBA. Ia menembak 50,9 persen dari lapangan dan 45 persen dari tiga angka.
Performa tersebut membuatnya diperkirakan mendapat banyak suara dalam pemilihan MVP serta kembali masuk All-WNBA First Team untuk musim kedua beruntun.
Cox berharap Mitchell dapat mengakhiri kariernya dengan seragam Fever. Mitchell telah memperkuat Indiana sepanjang karier profesionalnya dan menjadi bagian penting dari sejarah klub.
“Dia sangat berarti bagi franchise ini dan telah memberikan banyak hal. Musimnya, terutama sebagai guard pencetak angka, bisa dibilang salah satu yang terbaik dalam sejarah liga,” kata Cox.
Kelsey Mitchell juga membentuk duet produktif bersama Caitlin Clark. Keduanya menjadi pasangan pemain dengan jumlah poin terbanyak dalam sejarah WNBA sekaligus memimpin serangan dengan total poin tertinggi dalam satu musim liga.
Mitchell mencatat rekor lain dengan mencetak sedikitnya 20 poin dalam 27 pertandingan berturut-turut.
Ia sebelumnya menerima status core player dari Fever selama dua musim terakhir sehingga tidak dapat kembali menggunakan status tersebut.
Hubungannya dengan Clark menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan Mitchell. Namun, ia mengakui bermain di Indiana dan bersama Clark juga memiliki tantangan akibat kecaman dari sebagian penggemar.
“Saya harus memikirkan arah karier saya, terutama ketika semakin tua, tentang apa yang penting bagi saya, apakah itu kemenangan atau kesuksesan individu,” ujar Mitchell.
Sementara itu, Fever juga harus mengambil keputusan terhadap unrestricted free agent Sophie Cunningham.
Cunningham mengawali musim dengan baik dan sempat masuk kandidat Sixth Player of the Year, tetapi performanya menurun dan ia hanya mencatat rata-rata 7,9 poin, terendah sejak 2023.
Cox mengatakan berbagai kontroversi di luar lapangan tidak akan memengaruhi evaluasi klub terhadap Cunningham. Ia menilai Cunningham tetap menjadi penembak dan pemimpin penting di ruang ganti.
Artikel Tag: WNBA, Indiana Fever
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/basket/kelsey-mitchell-pertimbangkan-masa-depan-bersama-indiana-fever
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini