Kritik Euforia Como, Paolo Paganini: Lawan Dikalahkan, Bukan Dipermalukan
Paolo Paganini
Berita Liga Italia: Paolo Paganini mengkritik sebutan istilah ‘malam kejayaan Italia’ setelah Como menang 9-1 atas Lens. Jurnalis Rai itu menilai lawan tak boleh dipermalukan.
Como menghancurkan Lens 9-1 di Liga Champions pekan ini, hasil yang disebut sebagai salah satu yang paling mencolok. Hat-trick Douvikas membantu tim asuhan Cesc Fabregas meraih kemenangan yang memicu euforia di Italia.
Tidak semua orang menyukai nada perayaannya. Jurnalis Rai Paolo Paganini menyampaikan pandangannya lewat akun X, terutama menolak sebutan istilah malam kejayaan bagi sepak bola Italia.
"Saya membaca 'malam kejayaan' untuk sepak bola Italia setelah Lens-Como, tapi apa-apaan itu? Saya selalu diajari bahwa lawan harus dikalahkan, tetapi tidak boleh dipermalukan atau dihabisi. Tetapi dunia berubah. Bagi saya tidak. Oh ya, saya lupa... selamat untuk Como, tentu saja." tulis Paganini.
Sikap itu membedakan prestasi Como, yang secara eksplisit dipuji Paganini, dari pantas-tidaknya merayakan kemenangan dengan margin sebesar itu.
Laporan yang sama juga mencatat bahwa dengan format baru Liga Champions, selisih gol ikut menentukan klasemen, sehingga hasil Como bisa berpengaruh besar pada peluang lolos ke babak 16 besar.
Prinsip Paganini bahwa menang tidak berarti menghabisi lawan yang sudah kalah telak, hingga skor yang dihasilkan sudah tidak masuk akal di sepakbola modern.
Kemenangan besar I Lariani ini sebenarnya bukan hal yang baru. Di laga debutnya di kompetisi Eropa, mereka mengalahkan RB Leipzig dengan skor 4-1 di Sinigaglia, dan mengalahkan Man United dengan skor yang sama, meski sempat kalah di Feyenoord.
Artikel Tag: Liga Italia
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/kritik-euforia-como-paolo-paganini-lawan-dikalahkan-bukan-dipermalukan
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini