Christian Horner Ungkap Alasan Penurunan Liam Lawson
Christian Horner Ungkap Alasan Penurunan Liam Lawson - sumber: (racingnews365)
Berita F1 datang dari mantan kepala tim Red Bull, Christian Horner, yang mengklaim bahwa keputusan untuk memulangkan Liam Lawson ke Racing Bulls hanya dua putaran ke dalam musim F1 2025 bukanlah pilihannya. Pembalap asal Selandia Baru tersebut digantikan oleh Yuki Tsunoda menjelang Grand Prix Jepang tahun lalu, setelah gagal keluar dari Q1 dalam sesi kualifikasi atau mencetak poin di pembuka musim di Melbourne dan putaran berikutnya di Tiongkok.
Pada saat itu, Red Bull menyebutkan adanya "tanggung jawab perawatan" terhadap pembalap berusia 24 tahun tersebut, mengklaim bahwa kepercayaan dirinya telah hilang. Namun, meskipun tim yang berbasis di Milton Keynes itu menggambarkannya sebagai tindakan belas kasihan, Lawson selalu menolak anggapan bahwa dirinya kekurangan kepercayaan diri.
Situasi ini dianggap sebagai bagian dari sifat kompetitif yang diadopsi oleh juara konstruktor F1 enam kali di bawah kepemimpinan Horner, meskipun ia kini menjauhkan diri dari keputusan tersebut. Pria Inggris itu, yang dipecat dari posisinya setelah Grand Prix Inggris, mengungkapkan hal ini dalam musim terbaru serial dokumenter F1, Drive to Survive, dalam sebuah wawancara setelah ia diberhentikan, yang mengakhiri dua dekade kepemimpinannya.
"Saya tidak memilih keputusan itu," ujar pria berusia 52 tahun tersebut ketika ditanya langsung tentang keputusan yang kejam itu. Sementara itu, Tsunoda, yang akan menghabiskan tahun 2026 di pinggir lapangan, lebih tua dan lebih berpengalaman daripada Lawson. Horner menjelaskan bahwa ia didesak untuk memilih pembalap junior Red Bull untuk mendampingi pembalap bintang Max Verstappen, sebuah pendekatan yang jarang membuahkan hasil bagi tim sejak Daniel Ricciardo pergi pada akhir 2018.
Helmut Marko, yang sejak itu meninggalkan tim yang didukung minuman energi tersebut, berperan penting dalam pengembangan prospek akademi dan bertanggung jawab langsung atas 18 pembalap berbeda yang naik ke F1 selama 20 tahun terakhir. Namun, dengan tim yang hampir sepenuhnya dibangun di sekitar Verstappen dan preferensinya, pembalap seperti Pierre Gasly dan Alex Albon, yang keduanya telah membangun karir yang kuat di tengah klasemen kejuaraan sejak dijatuhkan oleh Red Bull, kesulitan dalam posisi yang umumnya dianggap sebagai kursi paling sulit di F1.
Pengecualian dari aturan ini adalah Sergio Perez yang berpengalaman, yang bertahan empat tahun bersama pembalap Belanda itu sebelum digantikan oleh Lawson. "Saya selalu didorong untuk mengambil pembalap dari program pembalap muda," ujar Horner sebelum menuding Marko: "Helmut adalah pendorong besar dalam hal ini."
Artikel Tag: Red Bull
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/f1/christian-horner-ungkap-alasan-penurunan-liam-lawson
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini