Ferrari Wajib Bangkit Jika Tak Ingin Lewis Hamilton Pensiun
Lewis Hamilton
Berita F1: Lewis Hamilton diprediksi akan mengakhiri kariernya di Formula 1 pada akhir musim 2026 jika Ferrari tidak mampu menghadirkan mobil yang kompetitif. Pandangan tersebut disampaikan mantan kepala tim Haas, Guenther Steiner, yang menilai Hamilton tidak akan kembali menjalani musim penuh tekanan seperti yang dialaminya bersama Ferrari baru baru ini.
Kepindahan Hamilton ke Maranello sempat disambut optimisme besar. Ferrari datang dengan status runner up klasemen konstruktor dan digadang gadang siap bersaing memperebutkan gelar juara dunia. Namun realitas berkata lain. Mobil SF 25 gagal tampil konsisten, membuat Ferrari menjalani musim tanpa kemenangan, sementara Hamilton mencatatkan musim pertama tanpa podium sepanjang kariernya di F1.
Dalam berbagai kesempatan, pebalap tujuh kali juara dunia itu terlihat frustrasi. Bahasa tubuhnya saat berbicara kepada media mencerminkan tekanan mental yang besar, terutama setelah harapan tinggi di awal musim tidak terwujud di lintasan.
Meski demikian, Steiner menegaskan Hamilton belum kehilangan kemampuannya sebagai pebalap papan atas. Ia menilai performa Hamilton sangat bergantung pada kualitas mobil yang diberikan Ferrari.
“Saya yakin jika Ferrari mampu menyediakan mobil yang bagus musim depan, peluang untuk bangkit tetap terbuka,” ujar Steiner kepada media Austria, Sport Krone.
Steiner juga mengingatkan bahwa tantangan Hamilton di Ferrari tidak hanya datang dari faktor teknis, tetapi juga dari persaingan internal. Charles Leclerc tampil lebih konsisten sepanjang musim dan mampu mengungguli Hamilton dengan selisih poin yang cukup jauh. Meski demikian, Steiner menilai pencapaian Leclerc juga tidak bisa dilepaskan dari keterbatasan performa mobil Ferrari.
“Kita tidak boleh lupa, rekan setimnya adalah Charles Leclerc, pebalap yang sangat kuat. Dengan mobil seperti itu, finis podium saja sudah termasuk hasil yang layak,” katanya.
Perubahan regulasi besar Formula 1 pada 2026 yang mencakup sasis dan unit daya baru dinilai menjadi peluang besar bagi Ferrari untuk mengubah nasib. Regulasi tersebut memungkinkan pergeseran peta persaingan secara signifikan, seperti yang pernah terjadi pada era turbo hybrid sebelumnya.
Bagi Steiner, situasi inilah yang membuat musim 2026 menjadi momen penentu bagi Hamilton. Jika Ferrari mampu tampil kompetitif, motivasi Lewis Hamilton diyakini akan kembali muncul.
“Jika situasinya membaik, Lewis bisa menemukan kembali semangatnya. Namun jika tidak ada perubahan, musim depan hampir pasti menjadi musim terakhirnya di Formula 1,” ujar Steiner.
Artikel Tag: Lewis Hamilton, Ferrari, F1 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/f1/ferrari-wajib-bangkit-jika-tak-ingin-lewis-hamilton-pensiun
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini