Gantikan Horner, Laurent Mekies: Memimpin Red Bull Ternyata Sulit
Laurent Mekies
Berita F1: Laurent Mekies mengungkapkan bahwa dirinya harus melakukan upaya sadar untuk sepenuhnya melepaskan referensi dari masa kerjanya di Racing Bulls setelah dipercaya memimpin Red Bull Racing. Menurut Mekies, perbedaan skala proyek, tekanan, dan target membuat pendekatan lama tidak bisa serta merta diterapkan di tim papan atas seperti Red Bull.
Mekies ditunjuk sebagai pengganti Christian Horner secara mengejutkan setelah Grand Prix Inggris. Saat itu, Red Bull tengah mengalami periode sulit. Hingga balapan Silverstone, tim berbasis Milton Keynes tersebut terpuruk di posisi keempat klasemen konstruktor, tertinggal jauh dari McLaren yang tampil dominan sepanjang paruh pertama musim.
Manajemen Red Bull bergerak cepat menunjuk Mekies, yang kala itu masih berada di tengah musim keduanya bersama Racing Bulls. Rekam jejaknya dinilai meyakinkan, baik dari keberhasilannya membangun stabilitas di Racing Bulls maupun pengalamannya di level tertinggi Formula 1 bersama FIA dan Ferrari.
“Saya benar benar harus menahan diri untuk tidak kembali merujuk ke Racing Bulls, karena karakter proyeknya sangat berbeda,” ujar Mekies kepada sejumlah media. Ia menjelaskan bahwa transisi cepat tersebut menuntut perubahan cara berpikir secara total.
Meski demikian, Mekies menyebut dukungan internal Red Bull sangat besar sejak hari pertama. Ia merasakan suasana yang terbuka dan kolaboratif, dengan banyak pihak bersedia berbagi pengalaman, termasuk mengenai pendekatan yang berhasil maupun yang perlu diperbaiki.
Laurent Mekies juga menilai ada beberapa kesamaan antara Red Bull dan pengalamannya di Ferrari, terutama dari sisi ukuran organisasi dan tekanan untuk bersaing di papan atas. Namun ia menegaskan tidak ingin terlalu terpaku pada masa lalu. Fokus utamanya adalah mengenal struktur tim, memahami dinamika internal, serta mencari area yang bisa diperkuat secepat mungkin.
Pendekatan tersebut mulai membuahkan hasil setelah jeda musim panas. Mulai balapan ketiganya sebagai team principal, performa Red Bull menunjukkan peningkatan signifikan. Tim ini bahkan hanya terpaut 18 poin dari posisi kedua klasemen konstruktor hingga akhir musim.
Kebangkitan tersebut turut ditopang konsistensi Max Verstappen. Pebalap asal Belanda itu mencatat podium di seluruh balapan setelah jeda musim panas, termasuk enam kemenangan. Verstappen pun nyaris mengamankan gelar juara dunia kelima secara beruntun, sebelum akhirnya harus puas finis dengan selisih dua poin saja.
Artikel Tag: Laurent Mekies, Red Bull, F1 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/f1/gantikan-horner-laurent-mekies-memimpin-red-bull-ternyata-sulit
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini