George Russell Ungkap Perubahan Mentalitas yang Dongkrak Performanya
George Russell
Berita F1: George Russell menjelaskan bahwa ambisi berlebihan pada awal kariernya bersama Mercedes sempat menghambat hasil yang ia raih di Formula 1. Saat masih satu tim dengan Lewis Hamilton, Russell merasa perlu mendorong dirinya hingga melewati batas untuk membuktikan kemampuan, terutama karena ia baru memasuki musim keduanya bersama tim pabrikan Jerman tersebut.
Langkah itu ternyata tidak selalu membuahkan hasil positif. Dalam kondisi Mercedes yang belum kompetitif, Russell kerap mengambil risiko besar demi mengejar hasil istimewa. Akibatnya, ia harus puas finis di posisi kedelapan klasemen pebalap, dengan hanya dua podium sepanjang musim. Di sisi lain, Hamilton tampil lebih konsisten dengan enam podium dan mengakhiri musim di posisi yang lebih tinggi dengan selisih poin cukup jauh.
Russell mengakui bahwa periode tersebut menjadi fase pembelajaran penting. Setelah tidak lagi berada dalam satu garasi dengan Hamilton, ia mulai mengubah pendekatan balapnya. Fokusnya bukan lagi sekadar mengejar momen spektakuler, melainkan memaksimalkan peluang yang realistis.
“Ketika bersama Lewis, saya ingin melihat sejauh mana kemampuan saya, bahkan dengan mendorong diri melampaui batas,” ujar Russell kepada sejumlah media di akhir musim. Ia menambahkan bahwa pada musim 2023 dirinya “tidak puas hanya bertarung di posisi podium, dan lebih memilih mengambil risiko demi hasil besar”.
Pendekatan tersebut kemudian ia evaluasi. Russell mengaku mulai lebih menahan diri dan bersikap realistis pada musim berikutnya. Hasilnya terlihat jelas, ia menutup musim sebagai pebalap terbaik Mercedes dengan finis keempat di klasemen, serta meraih kemenangan penting di Grand Prix Kanada dan Singapura.
Perubahan itu juga tercermin dalam peran Russell di dalam tim. Dengan hadirnya pebalap muda Kimi Antonelli sebagai rekan setim, Russell secara alami mengambil posisi sebagai figur pemimpin. Ia menilai pendekatan rasional dan objektif menjadi kunci dalam proses pengembangan mobil dan pengambilan keputusan teknis.
“Emosi di lintasan itu wajar, tetapi saat berdiskusi dengan insinyur dan tim desain, yang dibutuhkan adalah pikiran jernih,” jelasnya. Menurut Russell, terlalu cepat menyimpulkan penyebab kegagalan bisa membawa tim ke arah yang salah, karena performa buruk jarang disebabkan oleh satu faktor tunggal.
Kini, George Russell menatap masa depan dengan pendekatan yang lebih matang. Ia percaya kombinasi antara agresivitas terukur dan analisis objektif akan membantunya terus berkembang, sekaligus membawa Mercedes kembali ke jalur persaingan papan atas Formula 1.
Artikel Tag: George Russell, Mercedes, F1 2026, Lewis Hamilton
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/f1/george-russell-ungkap-perubahan-mentalitas-yang-dongkrak-performanya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini