Kerap Dikecam, Pendekatan Ekstrem Helmut Marko di Red Bull Terbukti Sukses

Penulis: Abdi Ardiansyah
Selasa 13 Jan 2026, 17:00 WIB - 157 views
Helmut Marko

Helmut Marko

Ligaolahraga.com -

Berita F1: Helmut Marko dikenal sebagai sosok sentral di balik program pengembangan pebalap muda Red Bull selama lebih dari dua dekade. Pria asal Austria itu resmi mengakhiri perannya bersama Red Bull Racing setelah balapan penutup musim lalu di Abu Dhabi, meninggalkan warisan besar yang tak lepas dari kontroversi.

Salah satu mantan anak didiknya, Pepe Marti, memberikan pandangan berbeda terkait pendekatan keras Marko. Pebalap asal Spanyol itu menilai strategi Marko yang kerap mengambil keputusan berisiko merupakan bagian penting dari kesuksesan Red Bull dalam mencetak pebalap kompetitif.

Marti bergabung dengan program junior Red Bull pada 2023, menjelang seri penutup Formula 3 di Monza. Ia bertahan hingga musim gugur tahun lalu sebelum akhirnya meninggalkan program tersebut untuk beralih ke Formula E bersama Cupra Kiro. Keputusan itu berbuah hasil positif setelah Marti mencetak poin perdananya di Formula E pada balapan di Mexico City.

Sebelum beralih ke Formula E, Marti memiliki rekam jejak junior yang solid. Ia meraih kemenangan balapan di setiap kategori yang diikutinya, termasuk tiga kemenangan Sprint Race di Formula 2 musim lalu. Namun, peluangnya menuju Formula 1 tertutup setelah Red Bull memilih mempromosikan Arvid Lindblad, yang membuat Marti meninggalkan Formula 2 di tengah musim.

Meski demikian, Marti menegaskan tidak menyimpan kekecewaan terhadap Red Bull maupun Marko. Ia menyebut hubungannya dengan Marko selalu berjalan positif sejak awal bergabung.

“Saya selalu punya hubungan yang sangat baik dengan Helmut selama berada di Red Bull Junior Team,” ujar Marti. “Memang pada akhirnya saya tidak tampil sesuai level yang mereka harapkan dan Red Bull memilih pebalap lain untuk Formula 1, tapi hubungan kami tetap baik.”

Marti menilai Helmut Marko selalu menunjukkan kepedulian terhadap masa depan kariernya. Bahkan ketika ia memutuskan pindah ke Formula E, Marko disebut memberikan dukungan penuh.

“Dia sangat membantu dan benar-benar ingin saya punya karier yang bagus. Saat saya bilang akan ke Formula E, dia mengatakan berharap yang terbaik untuk saya,” katanya.

Strategi Marko memang kerap menuai kritik karena dianggap terlalu keras. Beberapa pebalap muda dipromosikan dengan cepat lalu dicoret dalam waktu singkat, seperti yang baru-baru ini terjadi pada Liam Lawson. Namun Marti menilai pendekatan tersebut tetap menghasilkan dampak besar bagi dunia balap.

“Dia sering mengambil posisi berisiko. Risiko memang selalu memicu kontroversi, tetapi terkadang kontroversi itu berhasil,” ujar Marti. “Faktanya, dia berperan besar dalam membentuk salah satu pebalap terbaik dalam sejarah Formula 1, yaitu Max Verstappen.”

Menurut Marti, meski Helmut Marko dikenal tegas, kontribusinya terhadap dunia motorsport tidak terbantahkan.

“Dia memang dikenal keras, tapi terhadap saya dia selalu bersikap baik. Saya mendoakan yang terbaik untuknya, karena perannya sangat besar dalam karier saya,” pungkas Marti.

Artikel Tag: Helmut Marko, Red Bull, f1

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/f1/kerap-dikecam-pendekatan-ekstrem-helmut-marko-di-red-bull-terbukti-sukses
157
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini