Musim Kelam di McLaren Jadi Titik Balik Karier Sergio Perez di F1
Sergio Perez saat memperkuat McLaren
Berita F1: Sergio Perez akhirnya buka suara soal periode tersulit dalam kariernya di Formula 1. Musim singkat dan penuh tekanan bersama McLaren pada 2013 diakuinya menjadi pelajaran penting yang membentuk perjalanan profesionalnya hingga kini.
Sergio Perez tidak menampik bahwa satu musimnya bersama McLaren menjadi salah satu fase paling menantang dalam karier Formula 1 miliknya. Meski hanya bertahan selama satu tahun, pengalaman tersebut justru memberi dampak besar terhadap cara berpikir dan bersikapnya sebagai pebalap profesional.
Perez direkrut McLaren untuk F1 2013 usai tampil impresif bersama Sauber pada 2011 dan 2012. Saat itu ia dipercaya menggantikan Lewis Hamilton yang hengkang ke Mercedes, dan dipasangkan dengan juara dunia 2009, Jenson Button. Namun ekspektasi tinggi tidak berbanding lurus dengan hasil di lintasan.
Ketegangan mulai muncul sejak awal musim, terutama setelah insiden di Grand Prix Bahrain. Perez dan Button terlibat duel sengit di lintasan yang memicu keluhan dari kedua pebalap melalui radio tim. Button secara terbuka mengkritik gaya balap Perez yang dinilainya terlalu agresif dan berbahaya.
Situasi tersebut akhirnya diredam lewat pembicaraan internal, namun hubungan kerja di dalam tim sudah terlanjur terganggu. Pada akhir musim McLaren memutuskan untuk tidak mempertahankan Perez, yang kemudian melanjutkan kariernya bersama Force India dan bertahan di sana selama tujuh musim.
Dalam wawancara di podcast Cracks, Perez mengakui bahwa dirinya masih terlalu muda dan belum cukup matang secara profesional saat membela McLaren. Ia menilai banyak hal yang seharusnya bisa dilakukan dengan pendekatan berbeda.
“McLaren mengajarkan saya untuk tidak menyerah dan belajar dari momen-momen buruk,” ujar Perez.
“Saya belajar banyak. Saat itu saya masih sangat muda dan belum dewasa dalam banyak hal. Saya bisa saja lebih profesional dan bersikap berbeda. Usia saya baru 23 tahun.”
Sergio Perez juga menyoroti pentingnya sikap di dalam tim, terutama ketika menghadapi masa-masa sulit. Menurutnya, dukungan internal dan kedewasaan dalam bersikap menjadi kunci untuk bertahan di lingkungan kompetitif seperti Formula 1.
“Dalam situasi sulit, saya seharusnya bisa lebih mendukung tim dan mengambil sikap yang berbeda. Dari situlah saya belajar bagaimana menjadi lebih profesional dalam menjalani pekerjaan ini,” tambahnya.
Pengalaman pahit di McLaren justru menjadi fondasi penting bagi perjalanan Perez selanjutnya. Ia berkembang menjadi pebalap yang lebih matang, konsisten, dan mampu bertahan lama di F1, termasuk saat meraih kemenangan dan gelar konstruktor bersama Red Bull Racing.
Artikel Tag: Sergio Perez, McLaren
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/f1/musim-kelam-di-mclaren-jadi-titik-balik-karier-sergio-perez-di-f1
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini