Oscar Piastri Gagal Juara F1, Eks Bos McLaren Ungkap Faktor Internal Tim
Oscar Piastri
Berita F1: Oscar Piastri disebut berpotensi menjadi korban bias yang tidak disadari di internal McLaren dalam persaingan gelar juara dunia Formula 1 melawan rekan setimnya, Lando Norris, musim lalu. Pandangan tersebut disampaikan Marcin Budkowski, mantan petinggi McLaren yang kini dikenal sebagai analis berpengalaman di dunia F1.
Piastri sejatinya berada di jalur kuat menuju gelar juara setelah memenangkan Grand Prix Belanda. Kemenangan itu menjadi yang ketujuh baginya musim tersebut, sekaligus membawanya unggul 34 poin atas Norris dan menciptakan jarak hingga 104 poin dari Max Verstappen. Namun, momentum itu tidak mampu dipertahankan.
Usai balapan di Zandvoort, Piastri gagal menambah kemenangan hingga akhir musim dan hanya meraih tiga podium tambahan. Ia pun harus puas finis ketiga di klasemen akhir pebalap, tertinggal 13 poin dari Norris dan 11 poin dari Verstappen.
Budkowski menilai penurunan performa Piastri terjadi akibat kombinasi beberapa faktor. Dari sisi teknis, ia menyoroti kecocokan gaya mengemudi dengan karakter lintasan dan kondisi grip tertentu.
“Pada dasarnya, ini selalu soal perpaduan antara gaya mengemudi dan cara memaksimalkan potensi mobil,” ujar Budkowski. Menurutnya, Piastri lebih kompetitif di sirkuit tertentu, namun kesulitan mengekstrak performa maksimal di lintasan lain.
Selain faktor teknis, aspek mental juga disebut berpengaruh. Budkowski menilai tekanan mulai terlihat, terutama setelah akhir pekan yang berat di Grand Prix Azerbaijan. Pada balapan tersebut, Oscar Piastri melakukan kesalahan di sesi kualifikasi dan kembali terjatuh dalam perlombaan.
“Di awal musim, kita melihat pebalap muda yang sangat tenang dan matang. Namun di Baku, muncul kesalahan yang tidak biasa baginya,” kata Budkowski. Ia menilai insiden tersebut kemungkinan berdampak pada kepercayaan diri Piastri di fase penting musim.
Sorotan lain mengarah pada dinamika internal McLaren. Budkowski mengungkap bahwa ia sempat berbincang dengan pihak dari lingkungan Piastri setelah Grand Prix Qatar, balapan yang diwarnai keputusan strategi McLaren yang dinilai merugikan Piastri.
Keputusan tersebut membuat Piastri kehilangan peluang meraih kemenangan dalam akhir pekan yang sejatinya sangat dominan. Dari percakapan itu, muncul perasaan bahwa Norris lebih sering diuntungkan oleh situasi di dalam tim.
Meski begitu, Budkowski menegaskan ia tidak percaya McLaren secara sengaja atau strategis memihak Norris. Namun, ia juga menilai kemungkinan adanya kecenderungan bawah sadar tidak bisa diabaikan.
“Lando sudah lama menjadi figur utama di tim. Apakah ada bias yang muncul tanpa disadari, itu tidak bisa sepenuhnya dikesampingkan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa bias semacam ini sering terjadi secara alami dan bukan hasil keputusan resmi tim.
Kombinasi faktor teknis, tekanan mental, serta dinamika internal inilah yang dinilai turut memengaruhi kegagalan Oscar Piastri mempertahankan keunggulan dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1.
Artikel Tag: Oscar Piastri, lando norris, McLaren, F1 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/f1/oscar-piastri-gagal-juara-f1-eks-bos-mclaren-ungkap-faktor-internal-tim
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini