Racing Bulls Beberkan Alasan Tetap Pertahankan Liam Lawson
Liam Lawson
Berita F1: Racing Bulls akhirnya membuka alasan utama di balik keputusan mempertahankan Liam Lawson setelah sang pebalap menjalani musim yang penuh gejolak. CEO Racing Bulls, Peter Bayer, menegaskan bahwa stabilitas performa menjadi pertimbangan paling krusial dalam memberikan kontrak baru kepada pebalap asal Selandia Baru tersebut.
Musim lalu menjadi periode yang tidak mudah bagi Lawson. Ia mengawali tahun dengan promosi ke tim utama Red Bull, namun hanya bertahan dua seri sebelum diturunkan kembali ke Racing Bulls. Keputusan itu menjadi pukulan mental yang besar, terlebih Lawson harus memulai kembali musim dengan tekanan tinggi dan tanpa raihan poin dalam beberapa balapan awal.
Lawson baru memecahkan kebuntuannya pada seri kedelapan musim di Monaco. Sejak saat itu, performanya perlahan membaik, dengan tambahan poin dari tujuh balapan lain hingga akhir musim. Meski demikian, masa depannya baru dipastikan pada pekan terakhir kompetisi, ketika Racing Bulls resmi memberinya satu musim tambahan.
Peter Bayer mengakui bahwa keputusan tersebut bukan diambil secara instan. Ia menyebut Racing Bulls sudah mengenal karakter Lawson sejak lama, termasuk saat pebalap itu tampil sebagai pengganti Daniel Ricciardo di Grand Prix Belanda 2023.
“Kami sudah mengenalnya sejak momen sulit di Zandvoort. Saat itu dia langsung masuk ke situasi berat dan mampu beradaptasi,” ujar Bayer dalam wawancara eksklusif.
Bayer menambahkan bahwa Liam Lawson selalu menyatu dengan lingkungan tim sejak berstatus pebalap cadangan. Menurutnya, perkembangan performa Lawson menunjukkan tren positif yang konsisten, sesuatu yang sangat dihargai oleh manajemen.
“Secara jujur, yang kami lihat adalah performanya mulai stabil. Bagi kami, itu faktor terpenting ketika keputusan kontrak diambil,” kata Bayer.
Bayer juga mengungkapkan bahwa Lawson kembali ke Racing Bulls dalam kondisi mental yang terguncang setelah pengalamannya di Red Bull. Namun, ia menilai kekuatan tim terletak pada kemampuan mengelola situasi semacam itu.
“Di sini semua orang paham perubahan bisa terjadi kapan saja. Tidak ada kepanikan. Kami langsung fokus menempatkan Liam kembali dan bekerja,” jelasnya.
Meski masih memiliki pekerjaan rumah, khususnya dalam performa kualifikasi, Racing Bulls menilai Liam Lawson menunjukkan potensi besar. Bayer menegaskan bahwa dalam beberapa balapan, Lawson bahkan mampu tampil lebih cepat dibanding rekan setimnya, Isack Hadjar.
“Kami melihat potensi yang besar. Dia melakukan banyak hal dengan benar musim lalu, dan itu menjadi dasar kami melanjutkan kerja sama,” tutup Bayer.
Artikel Tag: Liam Lawson, Racing Bulls, Red Bull, F1 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/f1/racing-bulls-beberkan-alasan-tetap-pertahankan-liam-lawson
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini