Billy Horschel Terpuruk di Musim 2026, Wyndham Jadi Kesempatan Terakhir
Billy Horschel
Berita Golf - Billy Horschel memasuki Wyndham Championship 2026 dalam situasi yang jauh dari ideal. Mantan juara FedEx Cup tersebut berada di peringkat ke-107 klasemen FedEx Cup dan membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang tampil di babak playoff.
Namun, performanya pada putaran pertama menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Horschel membukukan skor 7 under par 65 di Sedgefield Country Club dan sementara berada di papan atas klasemen.
Meski demikian, Horschel tetap merasa permainannya belum istimewa.
"Saya tidak merasa melakukan sesuatu yang benar-benar spesial. Pukulan wedge saya juga tidak terlalu tajam. Secara keseluruhan, ini 65 yang cukup membosankan," ujar Horschel.
Satu-satunya momen yang menurutnya benar-benar menonjol terjadi di hole ke-15. Horschel berhasil memasukkan putt eagle dari jarak sekitar 45 kaki untuk menghasilkan salah satu pukulan terbaiknya hari itu.
"Tidak banyak hal yang menarik selain putt eagle sejauh 45 kaki di hole ke-15," katanya.
Namun, perhatian kemudian beralih pada penilaian Billy Horschel terhadap performanya sepanjang musim.
Dari 23 penampilan pada musim 2026, Horschel sudah 10 kali gagal melewati cut. Ia juga hanya sekali finis di posisi 10 besar, yakni ketika tampil bersama rekan setimnya pada Zurich Classic of New Orleans.
Catatan tersebut membuat posisinya terpuruk hingga peringkat ke-107 klasemen FedEx Cup.
Ketika ditanya bagaimana ia menilai musimnya, Horschel tidak ragu memberikan jawaban yang sangat keras.
"Kalau sekarang penilaiannya dari A sampai E, apakah ada nilai di bawah E? Kalau ada, mungkin itu yang pantas saya dapatkan. Musim ini sangat buruk," ujarnya.
Horschel kemudian memberikan nilai akhir untuk performanya.
"Nilainya F. Tidak ada keraguan soal itu," katanya.
Menurut Horschel, dirinya memang dikenal sebagai sosok yang sangat kritis terhadap permainan sendiri. Namun, ia merasa tidak ada gunanya mencari sisi positif secara berlebihan ketika hasil yang diraih memang tidak sesuai harapan.
"Saya bisa saja mencoba membuatnya terdengar lebih baik atau mencari sesuatu yang positif, tetapi saya akan mengatakannya apa adanya. Saat ini, nilainya F. Dan satu-satunya arah setelah itu adalah naik," ujar Horschel.
Sebagai pegolf yang telah 17 tahun berkarier di PGA Tour, Horschel mengaku tidak ingin memberikan tekanan tambahan kepada dirinya hanya demi mengejar tiket playoff.
Dengan posisi ke-107, satu-satunya cara baginya untuk lolos ke FedEx Cup Playoffs adalah memenangkan Wyndham Championship.
Meski demikian, Horschel menganggap kegagalan lolos playoff bukan akhir dari segalanya. Ia lebih memilih menjadikan sisa musim sebagai kesempatan untuk mengembalikan kualitas permainannya.
"Saya sudah berada di sini selama 17 tahun. Saya sudah melihat dan mengalami hampir semuanya. Sekarang saya hanya perlu menggunakan pengalaman untuk memahami bahwa ini memang tahun yang buruk," katanya.
Horschel juga menegaskan bahwa target utamanya bukan sekadar menyelamatkan musim 2026. Ia ingin kembali ke level permainan yang ditunjukkannya pada 2024 dan awal 2025, ketika mampu bersaing di turnamen besar dan berada di papan atas ranking dunia.
"Saya ingin kembali bermain seperti pada 2024 dan awal 2025. Saya ingin membawa momentum itu ke musim berikutnya, kembali bersaing untuk memenangkan turnamen, berada di papan atas ranking dunia, dan kembali bersaing di major seperti yang saya lakukan pada 2024," ujarnya.
Start positif dengan skor 65 membuat Billy Horschel setidaknya memiliki alasan untuk optimistis. Jika mampu mempertahankan performanya hingga akhir pekan, Wyndham Championship bisa menjadi titik balik yang memperpanjang peluangnya sekaligus menghidupkan kembali kepercayaan dirinya.
Artikel Tag: PGA tour, wyndham championship, fedex cup, Zurich Classic of New Orleans, sedgefield country club, Billy Horschel
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/golf/billy-horschel-terpuruk-di-musim-2026-wyndham-jadi-kesempatan-terakhir
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini