Juarai PGA Championship, Aaron Rai Hentikan Paceklik Lebih Dari Seabad
Aaron Rai berpose dengan trofi PGA Championship. (Foto: Golf Digest)
Aaron Rai mencetak sejarah setelah menjuarai PGA Championship 2026 lewat performa impresif pada putaran final di Aronimink Golf Club, Pennsylvania, Minggu (17/5) waktu setempat.
Pegolf asal Inggris itu menutup turnamen major kedua musim ini dengan catatan 5-under 65 untuk mengamankan total skor 9-under 271 sepanjang empat ronde.
Rai unggul tiga pukulan atas Jon Rahm dan Alex Smalley yang harus puas berbagi posisi runner-up di angka 6-under.
Kemenangan tersebut membuat Aaron Rai menjadi pegolf kelahiran Inggris pertama yang memenangkan PGA Championship dalam lebih dari satu abad.
Sebelumnya, pegolf Inggris terakhir yang meraih gelar itu adalah Jim Barnes pada edisi 1919.
Rai juga mengakhiri dominasi pegolf Amerika Serikat yang selalu memenangkan Wanamaker Trophy dalam 10 tahun terakhir.
Pegolf non-Amerika terakhir yang menjuarai turnamen ini adalah Jason Day dari Australia pada 2015.
Penampilan Aaron Rai di putaran final sempat terlihat goyah setelah beberapa kesalahan di sembilan hole pertama.
Ia membuat bogey di hole ketiga, keenam, dan kedelapan sehingga tertinggal dari sejumlah pesaing.
Namun momentum pertandingan berubah drastis di hole kesembilan.
Setelah drive sejauh 330 yard, Rai mengirim approach shot sejauh 273 yard mendekati green sebelum memasukkan putt eagle dari jarak sekitar 12 meter untuk kembali ke jalur perebutan gelar.
Permainan pegolf peringkat 44 dunia itu semakin stabil di back nine. Rai menambahkan birdie di hole 11, 13, 16, dan 17 tanpa sekalipun membuat bogey.
Momen penentu terjadi di hole 17 par-3 ketika Rai sukses memasukkan putt sejauh 68,5 kaki, salah satu putt terpanjang sepanjang turnamen minggu ini.
Birdie tersebut membuatnya unggul empat pukulan dan praktis mengunci kemenangan.
Menurut ESPN Research, Aaron Rai menjadi pegolf pertama yang mencatat minimal 6-under dalam 10 hole terakhir saat memenangkan major sejak Cameron Smith pada The Open 2022 dan Jack Nicklaus di Masters 1986.
Kemenangan Rai mendapat pujian dari sejumlah pegolf top dunia. Xander Schauffele menyebut Rai sebagai salah satu pekerja paling keras di PGA Tour.
“Saya sangat senang untuknya. Dia orang yang sangat baik. Aaron selalu ada di gym dan lapangan latihan. Itulah yang dibutuhkan untuk menjadi juara major,” ujar Schauffele.
Rahm juga memberikan apresiasi tinggi terhadap karakter Rai, termasuk kebiasaannya menggunakan penutup pada stik iron miliknya sebagai bentuk penghormatan terhadap perlengkapan golf yang dulu sangat ia hargai sejak kecil.
“Saya hanya mendengar hal-hal baik tentang Aaron Rai. Dia pegolf hebat dan apa yang dia lakukan hari ini benar-benar spesial,” kata Rahm.
Sementara itu, Smalley yang memulai hari sebagai pemimpin klasemen sempat terlihat gugup pada awal ronde final.
Meski menutup turnamen dengan eagle di hole 16 dan birdie di hole 18, performanya tidak cukup untuk mengejar Rai.
Rory McIlroy yang sebelumnya menjuarai Masters 2026 juga gagal memberi tekanan serius. Pegolf asal Irlandia Utara itu finis di posisi ketujuh bersama dengan skor 4-under.
Nasib serupa dialami pegolf nomor satu dunia Scottie Scheffler.
Juara bertahan PGA Championship itu kembali kesulitan menaklukkan green Aronimink dan hanya mencatat skor 1-under 69 pada ronde terakhir untuk finis di posisi ke-14 dengan total 2-under.
Scheffler membutuhkan total 125 putt sepanjang turnamen dan gagal memasukkan enam putt dari jarak kurang dari lima kaki, salah satu catatan terburuk dalam karier major-nya.
Bagi Aaron Rai, kemenangan di Aronimink menjadi pencapaian terbesar sepanjang karier profesionalnya dan mengubah statusnya dari sekadar pegolf unik dengan dua sarung tangan menjadi juara major terbaru dunia golf.
Artikel Tag: PGA tour, pga championship
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/golf/juarai-pga-championship-aaron-rai-hentikan-paceklik-lebih-dari-seabad
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini