LIV Golf Putuskan Hentikan Operasi Usai Gagal Dapatkan Dukungan Finansial
Keputusan penghentian operasional LIV Golf diambil setelah BC Partners membatalkan rencana investasi sebesar 300 juta dolar AS untuk LIV 2.0. (Foto: Golf Digest)
LIV Golf memutuskan menghentikan operasional liga setelah gagal memperoleh komitmen finansial dan dukungan pemain yang dibutuhkan untuk melanjutkan kompetisi melalui rencana LIV 2.0.
Keputusan tersebut mengakhiri perjalanan liga yang kontroversial itu setelah lima tahun beroperasi dengan investasi lebih dari 5 miliar dolar AS.
Pengacara LIV Golf, Matthew Williams, menyampaikan keputusan tersebut dalam sidang di Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat pada Kamis (5/11).
Dia mengatakan perusahaan akan mengajukan rencana baru berdasarkan mekanisme kebangkrutan Chapter 11 pada Senin (9/11) mendatang.
"Para debitur pada akhirnya tidak berhasil menyatukan pihak-pihak utama dalam kesepakatan yang sepenuhnya disepakati untuk mendukung keberlanjutan finansial liga LIV 2.0. Karena itu, para debitur saat ini tidak melanjutkan rencana LIV 2.0. Sebaliknya, mereka beralih ke proses penghentian bisnis yang bertujuan memaksimalkan nilai aset," kata Williams di hadapan Hakim Michael B. Kaplan.
Pihak LIV menyatakan tetap terbuka untuk mempertimbangkan berbagai alternatif bersama pihak ketiga yang berpotensi memberikan nilai maksimal selama proses penghentian operasional berlangsung.
CEO LIV Golf Scott O'Neil mengatakan liga tersebut telah membangun kompetisi individu dan beregu kelas dunia di lima benua, menarik sponsor besar, serta membuka peluang bagi para pemain untuk tampil di turnamen The Open dan US Open.
Liga itu juga berhasil memperoleh poin peringkat dunia resmi dan menarik sejumlah pegolf elite maupun talenta baru.
"Perjalanan membangun platform global untuk menghadirkan penggemar golf yang lebih muda dan beragam merupakan pengalaman luar biasa bagi kami semua," ujar O'Neil.
Keputusan penghentian operasional diambil setelah BC Partners membatalkan rencana investasi sebesar 300 juta dolar AS untuk LIV 2.0 pada Rabu (4/11).
Perusahaan investasi yang berbasis di London tersebut sebelumnya diproyeksikan menggantikan Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi sebagai penyandang dana utama liga.
Namun, negosiasi dengan sejumlah pemangku kepentingan tidak menghasilkan kesepakatan. BC Partners juga menilai komitmen pegolf untuk kembali pada musim 2027 belum cukup kuat.
Williams mengatakan sekitar 30 pemain telah menyatakan kesediaan untuk bertahan, sementara 10 lainnya masih mempertimbangkan. Namun, proses negosiasi dengan para pemain berlangsung terlalu lama.
LIV Golf sebelumnya mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 secara sukarela pada 8 September.
Perusahaan melaporkan memiliki aset senilai 100 juta hingga 500 juta dolar AS, sementara kewajibannya mencapai 500 juta hingga 1 miliar dolar AS.
PIF pada April lalu telah mengumumkan tidak akan lagi membiayai LIV Golf setelah musim ini.
Sejak 2022, dana investasi tersebut telah menggelontorkan lebih dari 5 miliar dolar AS untuk membangun liga yang merekrut bintang seperti Jon Rahm, Bryson DeChambeau dan Dustin Johnson dengan kontrak bergaransi lebih dari 100 juta dolar AS.
Sementara itu, Rahm, Sergio Garcia dan Tyrrell Hatton termasuk di antara mantan bintang LIV Golf yang tidak berkomitmen untuk LIV 2.0 dan berencana kembali berkompetisi di DP World Tour musim depan.
Artikel Tag: Bryson deChambeau, jon rahm, LIV Golf
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/golf/liv-golf-putuskan-hentikan-operasi-usai-gagal-dapatkan-dukungan-finansial
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini