Bos Ducati Enggan Bebani Marc Marquez dengan Catatan Buruk di Mandalika

Penulis: Abdi Ardiansyah
Kamis 08 Okt 2026, 21:50 WIB - 94 views
Marc Marquez dan Davide Tardozzi

Marc Marquez dan Davide Tardozzi

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP - Sirkuit Mandalika masih menyimpan tanda tanya besar bagi Marc Marquez. Sejak masuk kalender MotoGP pada 2022, pembalap Ducati itu belum pernah sekalipun menuntaskan balapan utama di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Catatan tersebut membuat seri MotoGP Indonesia akhir pekan ini terasa berbeda.

Perjalanan Marc Marquez di MotoGP Indonesia selalu berakhir dengan cerita pahit. Pada kunjungan perdana 2022 ia mengalami highside keras di tikungan tujuh saat sesi pemanasan pagi. Kecelakaan itu memicu kambuhnya diplopia atau gangguan penglihatan ganda hingga ia harus absen dari balapan. Setahun berselang, nasib serupa terulang dengan dua kali crash di Sprint dan balapan utama.

Titik terang sempat muncul pada 2024. Bersama Gresini Ducati, Marquez finis ketiga di Sprint setelah start dari posisi ke dua belas. Namun mesin Desmosedici GP23 nya terbakar pada lap ke dua belas balapan utama sehingga kembali gagal melihat bendera finis.

Puncaknya terjadi pada 2025 ketika ia langsung tersingkir setelah ditabrak Marco Bezzecchi pada lap pertama. Insiden itu membuatnya mengalami cedera patah tulang bahu kanan dan harus menepi di empat seri terakhir meski sudah mengunci gelar di Jepang.

Bersama Portimao, Mandalika menjadi dua sirkuit di kalender saat ini yang belum pernah ia menangkan. Tantangan makin besar karena persaingan gelar musim 2026 sangat ketat. Setelah GP Jepang, Jorge Martin dari Aprilia Racing memimpin klasemen dengan keunggulan hanya dua poin atas Marquez.

Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, mencoba meredam ekspektasi publik.

"Saya rasa kehilangan 10 atau 12 poin bisa dianggap sebagai hal yang wajar," ujarnya kepada TNT Sports sebelum menegaskan ambisi tim tetap untuk menang.

Ia menambahkan, "Ya, kita bisa menganggap kehilangan 10 atau 12 poin adalah hal yang wajar di Mandalika, tetapi kami akan pergi ke sana untuk menang."

Kendati demikian, Tardozzi juga optimistis dengan mengingatkan rekor apik Ducati di Mandalika dengan kemenangan Francesco Bagnaia oada MotoGP 2023 dan Jorge Martin saat masih di Pramac pada 2024, serta Fermin Aldeguer (Gresini Racing) di tahun 2025.

Tardozzi juga tetap yakin dengan kemampuan Marc Marquez untuk mengatasi situasi sulit.

"Pada akhirnya, saya tekankan lagi bahwa Marquez adalah seorang pemimpin. Dia adalah pemimpin di dalam pit. Dia tahu caranya untuk memotivasi orang-orang dan tahu cara menerima bantuan dari tim," pungkasnya.

Artikel Tag: Marc Marquez, Ducati, MotoGP Indonesia, sirkuit mandalika

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/motogp/bos-ducati-enggan-bebani-marc-marquez-dengan-catatan-buruk-di-mandalika
94
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini