Ducati dan Aprilia Paling Sering Menang, Yamaha dan KTM Puasa Sejak 2022

Penulis: Abdi Ardiansyah
Selasa 18 Agu 2026, 20:20 WIB - 118 views
Marc Marquez (Ducati) dan Marco Bezzecchi (Aprilia)

Marc Marquez (Ducati) dan Marco Bezzecchi (Aprilia)

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP - Ducati dan Aprilia menjadi dua pabrikan yang paling sering memenangkan balapan MotoGP dalam beberapa musim terakhir. Statistik sejak 2022 menunjukkan betapa kuatnya dominasi keduanya, sementara Yamaha bahkan telah melewati 80 balapan tanpa kemenangan.

MotoGP 2026 kembali memperlihatkan persaingan yang menarik di antara para pembalap. Dari 12 seri pertama musim ini, tercatat tujuh pembalap berbeda berhasil memenangkan Grand Prix. Namun hanya dua pabrikan yang mampu meraih kemenangan, yakni Ducati dan Aprilia.

Aprilia mengantongi tujuh kemenangan melalui Marco Bezzecchi, Jorge Martin, Ai Ogura, dan Raul Fernandez. Sementara Ducati mengumpulkan lima kemenangan lewat Marc Marquez dan Alex Marquez serta Fabio Di Giannantonio.

Dominasi tersebut sebenarnya bukan fenomena baru. Skuad Borgo Panigale ini telah menjadi kekuatan utama MotoGP sejak beberapa tahun terakhir dan bahkan mendominasi hampir seluruh balapan.

Sejak 2022 hingga MotoGP Inggris di Silverstone musim ini, Ducati tercatat memenangkan sekitar 74,5 persen Grand Prix yang berlangsung. Puncaknya terjadi pada 2024 ketika pabrikan asal Bologna tersebut memenangi 19 dari 20 balapan.

Tim ini juga mendominasi perebutan gelar juara dunia dalam periode tersebut. Francesco Bagnaia meraih dua gelar, Jorge Martin satu gelar, sementara Marc Marquez menjadi juara dunia terbaru Ducati.

Aprilia menjadi satu-satunya pabrikan yang mampu secara konsisten memutus dominasi Marc Marquez dkk. Sejak 2022, Aprilia telah mengoleksi 15 kemenangan atau sekitar 16 persen dari seluruh Grand Prix yang berlangsung.

Sebaliknya, pabrikan lain semakin kesulitan meraih kemenangan. Yamaha menjadi yang paling lama menjalani puasa kemenangan. Fabio Quartararo terakhir kali membawa Yamaha ke podium tertinggi pada MotoGP Jerman 2022. Sejak saat itu, Yamaha telah melewati 84 Grand Prix tanpa kemenangan.

KTM juga belum mampu kembali ke posisi teratas sejak Miguel Oliveira memenangkan MotoGP Thailand 2022. Pabrikan Austria tersebut telah menjalani 77 balapan tanpa kemenangan.

Honda memiliki catatan lebih baik, tetapi tetap belum mampu kembali menjadi kekuatan utama. Kemenangan Johann Zarco di MotoGP Prancis 2025 menjadi kemenangan terakhir Honda. Sebelumnya, Alex Rins memenangkan MotoGP Amerika 2023.

Dalam periode yang sama, Yamaha hanya mengoleksi tiga kemenangan atau sekitar 3,2 persen. KTM dan Honda masing-masing baru meraih dua kemenangan atau sekitar 2,1 persen. Sisa 2,1 persen menjadi milik Suzuki sebelum meninggalkan MotoGP pada akhir 2022.

Perubahan regulasi besar pada 2027 dan penggunaan ban Pirelli berpotensi mengubah peta kekuatan. Namun, untuk sisa musim 2026, Ducati dan Aprilia masih menjadi dua pabrikan yang paling berpeluang mendominasi kemenangan.

Satu pengecualian yang menarik adalah Pedro Acosta. Pembalap KTM tersebut masih memburu kemenangan perdana di kelas MotoGP.

Artikel Tag: Marc Marquez, Ducati, yamaha, aprilia

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/motogp/ducati-dan-aprilia-paling-sering-menang-yamaha-dan-ktm-puasa-sejak-2022
118
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini