Francesco Bagnaia Bongkar Masalah Utama, Garasi Ducati Terlalu Berisik
Francesco Bagnaia
Berita MotoGP: Francesco Bagnaia mengungkap alasan di balik penurunan performanya bersama Ducati pada musim lalu di MotoGP 2025. Menurutnya terlalu banyak tekanan dan pertanyaan di dalam garasi justru membuat situasi semakin rumit.
Francesco Bagnaia selama ini dikenal sebagai salah satu pembalap paling konsisten di Ducati. Sejak bergabung dengan tim pabrikan pada 2021, ia selalu finis di posisi pertama atau kedua klasemen akhir MotoGP hingga musim 2024. Namun pada 2025 performanya menurun drastis dan ia hanya mampu mengakhiri musim di peringkat kelima.
Sepanjang musim itu Bagnaia memang masih sempat meraih dua kemenangan Grand Prix dan dua kemenangan Sprint Race. Meski demikian, inkonsistensi mulai terlihat. Ia bahkan gagal menembus sesi kualifikasi kedua dalam beberapa seri dan harus menelan enam kali gagal finis dalam tujuh balapan terakhir musim tersebut.
Dalam sebuah wawancara di podcast BSMT, Bagnaia mengungkap bahwa dinamika di dalam garasi Ducati berubah ketika performanya menurun.
“Dalam situasi seperti itu semua orang ingin menyampaikan pendapatnya. Akibatnya ada terlalu banyak suara yang tidak diperlukan,” ujar Bagnaia.
Ia menjelaskan bahwa ketika performanya sedang bagus, komunikasi di tim berjalan sederhana. Bagnaia biasanya berdiskusi langsung dengan crew chief Cristian Gabarrini serta insinyur Tommaso Pagano sebelum para teknisi lainnya mengikuti arah pembicaraan.
Namun pada musim 2025, situasinya berbeda. Setiap kali kembali ke garasi setelah sesi latihan atau balapan, banyak pihak langsung melontarkan pertanyaan.
“Tahun itu saya datang ke garasi dan semua orang bertanya. Rasanya seperti ada seribu pertanyaan. Akhirnya kami justru tidak benar-benar memahami masalahnya,” kata Bagnaia.
Ia juga mengakui melakukan kesalahan dalam proses pengembangan motor. Menurutnya, ia terlalu berusaha membuat motor GP25 terasa seperti GP24 yang sebelumnya sangat kompetitif. Padahal karakter motor baru tersebut sudah mengalami perubahan besar.
“Mungkin kesalahan terbesar saya adalah menganggap performa saya dengan GP24 sudah berada di level tertinggi dan semuanya akan sama. Nyatanya motor berubah dan saya mencoba membuatnya kembali seperti versi lama, tetapi tidak berhasil,” jelasnya.
Meski musim tersebut berjalan sulit, Bagnaia tetap memberikan apresiasi tinggi kepada tim mekaniknya. Ia bahkan menyebut para mekanik Ducati layak mendapat penghargaan atas kerja keras mereka.
“Saya sangat berterima kasih kepada tim. Mekanik saya pantas mendapat patung karena begitu sering mereka membongkar dan memasang kembali motor untuk mencoba berbagai solusi,” ucapnya.
Musim 2026 menjadi kesempatan baru bagi Francesco Bagnaia untuk kembali menunjukkan kualitasnya di MotoGP, meski persaingan semakin ketat dengan bangkitnya Aprilia dan KTM.
Artikel Tag: Ducati, Francesco Bagnaia, MotoGP 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/motogp/francesco-bagnaia-bongkar-masalah-utama-garasi-ducati-terlalu-berisik
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini