Francesco Bagnaia Kritik Aturan Baru MotoGP, Malah Dinilai Lebih Berbahaya
Francesco Bagnaia dan para rider MotoGP lainnya start balapan di MotoGP Belanda 2026.
Berita MotoGP - MotoGP mulai menerapkan perubahan aturan demi meningkatkan keselamatan saat start balapan. Namun Francesco Bagnaia justru menilai regulasi baru tersebut belum memberikan dampak positif dan berpotensi menghadirkan risiko yang berbeda.
MotoGP terus berupaya meningkatkan keselamatan pembalap setelah sejumlah insiden serius terjadi sepanjang musim 2026. Salah satu langkah terbaru adalah melarang penggunaan holeshot device saat start balapan serta memperlebar jarak antarbaris di grid hingga tiga meter, mirip dengan format yang digunakan Formula 1.
Perubahan itu mulai diterapkan pada MotoGP Belanda di Sirkuit Assen. Tujuannya jelas, mengurangi kepadatan motor saat memasuki tikungan pertama sehingga risiko tabrakan dapat ditekan.
Namun, pembalap Ducati Francesco Bagnaia justru menilai aturan tersebut belum tentu membuat balapan menjadi lebih aman.
Usai Sprint Race di Assen, Bagnaia mengaku melihat situasi yang menurutnya tetap berpotensi memicu kecelakaan meski holeshot device sudah tidak digunakan.
"Menurut saya, cara ini tidak lebih aman. Memang benar akselerasi saat start menjadi lebih lambat, tetapi justru ada ruang yang lebih besar bagi semua pembalap untuk mencoba mendapatkan start terbaik," ujar Bagnaia kepada GP One.
Ia kemudian mencontohkan momen yang dialaminya saat Sprint Race.
"Hari ini saya melihat Fabio Quartararo mendekati titik pengereman pertama. Saya berpikir, kalau dia melakukan sedikit saja kesalahan, bisa terjadi kecelakaan yang melibatkan dua atau tiga pembalap sekaligus. Jadi menurut saya, aturan ini belum membuat start menjadi lebih aman."
MotoGP mengambil keputusan melarang holeshot device setelah muncul sejumlah insiden berbahaya pada awal balapan, termasuk kecelakaan di Grand Prix Catalunya yang memicu kekhawatiran banyak pembalap. Perangkat tersebut sebelumnya membantu motor memperoleh akselerasi maksimal saat start, tetapi juga dinilai dapat memperbesar risiko ketika terjadi gangguan teknis atau pembalap gagal mengendalikannya.
Selain pelarangan perangkat tersebut, penyelenggara juga menguji tata letak grid baru dengan jarak antarbaris yang lebih renggang. Evaluasi terhadap efektivitas aturan ini diperkirakan masih akan terus dilakukan sepanjang musim.
Pendapat Francesco Bagnaia menambah daftar masukan dari para pembalap mengenai aspek keselamatan di MotoGP. Dalam beberapa musim terakhir, isu keselamatan memang menjadi perhatian utama menyusul meningkatnya kecepatan motor, perkembangan aerodinamika, serta penggunaan perangkat elektronik yang membuat situasi di tikungan pertama semakin kompleks.
MotoGP diperkirakan akan terus mengevaluasi regulasi yang diterapkan agar mampu menemukan keseimbangan antara performa motor dan keselamatan para pembalap di lintasan.
Artikel Tag: Francesco Bagnaia, motogp belanda, MotoGP 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/motogp/francesco-bagnaia-kritik-aturan-baru-motogp-malah-dinilai-lebih-berbahaya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini