Kebangkitan Marc Marquez: “Tak Ada yang Tahu Stresku”

Penulis: Gasti Lailasari
Kamis 16 Jul 2026, 18:18 WIB - 99 views
Kebangkitan Marc Marquez: “Tak Ada yang Tahu Stresku” - sumber: (motorsport)

Kebangkitan Marc Marquez: “Tak Ada yang Tahu Stresku” - sumber: (motorsport)

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGp tak pernah jauh dari hiruk-pikuk di dunia Marc Marquez. Tahun lalu, dia berhasil menorehkan salah satu kisah comeback paling luar biasa dalam dunia motorsport modern, dan kini kembali dihadapkan pada tantangan besar yang sekali lagi menguji batas ketahanan dirinya. Cedera yang dialaminya saat kecelakaan yang dipicu oleh Marco Bezzecchi di Indonesia — hanya sepekan setelah merayakan gelar juara MotoGP ketujuhnya di Motegi — mendorongnya ke titik yang mungkin tidak pernah dibayangkannya.

Ketidakpastian akibat efek kompresi yang tak terduga pada saraf radial di lengan kanannya membuatnya dalam kecemasan. Tanpa peringatan, lengan tersebut bisa berhenti merespons saat ia mengendarai motornya. Ketidakpastian itu membuatnya tertekan, hingga akhirnya ia menemukan kelegaan saat Grand Prix Prancis, ketika menjalani operasi ketujuh setelah dokter berhasil mengidentifikasi sumber masalahnya.

Hanya berselang 20 hari setelah operasi, sang juara bertahan kembali beraksi di Mugello. Menghadapi akhir pekan dengan kehati-hatian yang diperlukan oleh situasi tersebut, Marquez berhasil mengangkat beban berat dari pundaknya setelah berbulan-bulan ketidakpastian yang dimulai sejak tes pra-musim. "Saya butuh istirahat mental. Tak ada yang bisa membayangkan tingkat stres yang saya alami selama paruh pertama musim ini," katanya.

Marquez merenungkan perjalanan beratnya setelah meraih kemenangan di Sachsenring pekan lalu, di mana ia mencatat kemenangan ketiga dalam empat grand prix terakhir dan mengamankan kemenangan ganda keduanya musim ini. Awal yang tidak konsisten dalam kejuaraan, ditambah dengan kecepatan yang ditunjukkan oleh Bezzecchi dan Aprilia, membuat banyak yang mengira harapan Marquez untuk mempertahankan gelar telah sirna. Namun, setelah operasi, dia akhirnya mengakui bahwa pemulihan luar biasanya telah membawanya kembali ke persaingan kejuaraan.

Keberhasilan ini juga dimungkinkan oleh penurunan performa Bezzecchi yang dramatis. Dalam empat putaran terakhir, pembalap Aprilia hanya mengumpulkan 13 poin, dibandingkan dengan 119 poin yang dikumpulkan Marquez. Pergeseran ini mengangkat pembalap Ducati tersebut dari posisi kedelapan setelah Mugello, saat dia tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen Bezzecchi, menjadi ketiga menjelang jeda musim panas, hanya 18 poin di belakang Jorge Martin, yang telah memimpin klasemen sejak Assen.

Marquez menikmati tiga hari istirahat di Mojacar, di pantai selatan Spanyol, setelah kemenangan tersebut. Dia terbang langsung dari Jerman pada Minggu malam menggunakan jet pribadi, melanjutkan tradisi yang sudah ada. Dari sana, dia kembali ke Madrid untuk sesi latihan motocross sebelum menuju ke Menorca, sebagaimana yang juga dilakukannya musim panas lalu. Jeda tersebut memberinya kesempatan untuk melepaskan diri dari tekanan bulan-bulan terakhir dan dari jam-jam perawatan yang tak berkesudahan untuk mengelola lengan kanannya yang rapuh.

Rencana untuk meminimalkan keterbatasan akibat lengan kanannya pasca operasi Mei lalu telah melalui beberapa fase. "Dari Januari hingga Brno, saya menghabiskan waktu yang tak terhitung di fisioterapi, tetapi tujuannya terus berubah. Sekarang saya menghabiskan sekitar satu setengah hingga dua jam sehari," jelas juara MotoGP tujuh kali itu. Sejak Assen, ada lebih sedikit peradangan di area yang terkena. Hal ini memungkinkan Marquez untuk fokus pada lengan kirinya, karena dia harus mengompensasi kurangnya kekuatan saat mengendarai motor.

Sebagaimana dokumenter terbaru Ducati yang dirilis pada Rabu kemarin menunjukkan, Marquez tak lagi menyembunyikan ambisinya untuk memenangkan gelar dunia kesepuluh. Segala hal dalam hidup Marquez diarahkan untuk mengeluarkan versi terbaik dari dirinya di atas motor. Hal ini membawanya pada beberapa keputusan besar di luar balapan. Salah satunya adalah meninggalkan kampung halamannya di Cervera untuk pindah ke La Finca, sebuah kawasan perumahan eksklusif di pinggiran Madrid.

Bintang Ducati ini baru saja menandatangani kontrak baru dengan pabrikan Italia tersebut kurang dari sebulan yang lalu, memperpanjang masa tinggalnya hingga 2028 dengan kesepakatan yang diperkirakan bernilai mendekati €8 juta per musim sebagai gaji pokok — hampir dua kali lipat dari yang diperolehnya dalam kesepakatan pertama dengan pabrik Bologna, yang mengikuti masa satu tahun di Gresini pada 2024, ketika ia terkenal membalap tanpa dibayar.

Artikel Tag: Marc Marquez, Ducati

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/motogp/kebangkitan-marc-marquez-tak-ada-yang-tahu-stresku
99
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini