7 Atlet Rio 2016 Positif Doping Usai Tes Ulang, Salah Satunya Peraih Medali
Nama paling menonjol dalam daftar positing doping adalah Aurimas Didzbalis, peraih medali perunggu angkat besi kelas 94 kg di Olimpiade Rio 2016. (Foto: AP)
Sebanyak tujuh atlet peserta Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dinyatakan positif doping setelah dilakukan pengujian ulang terhadap sampel lama, demikian diumumkan International Testing Agency (ITA) pada Kamis (22/1).
Dari tujuh nama tersebut, satu di antaranya merupakan peraih medali perunggu yang kini terancam dicoret dari daftar resmi Olimpiade.
ITA menjelaskan bahwa temuan terbaru ini berasal dari analisis ulang sampel yang disimpan sejak Olimpiade Rio 2016.
Sampel Olimpiade memang dapat diuji ulang hingga 10 tahun setelah pertandingan berlangsung, seiring berkembangnya teknologi dan metode deteksi doping yang semakin sensitif.
Menurut ITA, mayoritas kasus positif ini terungkap berkat kemajuan teknis dalam mendeteksi jejak steroid dalam jumlah sangat kecil.
Nama paling menonjol dalam daftar tersebut adalah lifter asal Lithuania, Aurimas Didzbalis, peraih medali perunggu angkat besi kelas 94 kg di Rio.
Ia terdeteksi menggunakan steroid anabolik danabol, zat yang juga ditemukan pada tiga atlet lain dalam pengujian terbaru ini.
Selain itu, dua atlet terdeteksi menggunakan oral turinabol, steroid yang identik dengan program doping terstruktur di Jerman Timur pada era lampau.
Sementara itu, sprinter Bulgaria Ivet Lalova, yang finis di posisi kedelapan final nomor 200 meter putri, dinyatakan positif menggunakan ostarine, zat dengan efek mirip steroid.
Kasus Lalova menjadi sorotan karena kehadirannya di final 200 meter membuat atlet Australia, Ella Nelson, gagal melaju ke perebutan medali.
Bagi Nelson, Rio 2016 merupakan satu-satunya penampilan Olimpiade sepanjang kariernya.
Jika sanksi resmi dijatuhkan, Didzbalis berpotensi didiskualifikasi oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan medali perunggunya akan dicabut.
Posisi tersebut kemungkinan akan diberikan kepada atlet Thailand, Sarat Sumpradit, yang finis di peringkat keempat.
Reputasi Didzbalis juga semakin tercoreng mengingat ia pernah positif doping jelang Olimpiade London 2012 serta di Kejuaraan Dunia 2017.
Secara keseluruhan, empat kasus terbaru berasal dari cabang angkat besi, serta masing-masing satu dari judo, gulat, dan atletik.
Para atlet tersebut akan dikenai skorsing sementara oleh federasi internasional cabang olahraga masing-masing.
ITA menyebut dua atlet berasal dari Mesir, serta masing-masing satu dari Belarus, Brasil, Bulgaria, Lithuania, dan Uzbekistan.
Dengan temuan ini, program pengujian ulang Olimpiade Rio 2016 disebut hampir rampung, dengan total 10 kasus positif berhasil diungkap sejauh ini.
Artikel Tag: Olimpiade Rio, Olimpiade London, olimpiade, doping
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/7-atlet-rio-2016-positif-doping-usai-tes-ulang-salah-satunya-peraih-medali
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini