Generasi Muda Asia Unjuk Prestasi di Asian Games Aichi-Nagoya
Sprinter Thailand Puripol Boonson yang baru berusia 20 tahun sukses menyapu emas sprint 100 dan 200 meter putra di Asian Games Aichi-Nagoya. (Foto: AP)
Atlet-atlet muda menjadi salah satu sorotan utama Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah tampil gemilang dan menciptakan sejumlah rekor di berbagai cabang olahraga, mulai dari renang dan atletik hingga skateboard dan esports.
Dari 815 atlet yang memperkuat China di Aichi-Nagoya, sebanyak 548 menjalani debut di Asian Games. Hampir sepertiga di antaranya lahir pada 2005 atau setelahnya.
Atlet termuda China adalah Cao Shiqi yang baru berusia 12 tahun dan tampil di nomor park skateboard putri.
Cao menempati posisi keempat pada final park putri, hanya terpaut 1,63 poin dari podium.
Pelatihnya mengatakan pengalaman tersebut akan menjadi bagian dari proses perkembangan atlet muda tersebut setelah ia menangis seusai pertandingan.
Di kolam renang, Zhang Zhanshuo menjadi salah satu bintang terbesar Asian Games.
Perenang China berusia 19 tahun itu meraih tujuh medali emas dari delapan nomor yang diikuti, menyamai rekor atlet dengan jumlah gelar terbanyak dalam satu edisi Asian Games.
Zhang menyapu emas nomor gaya bebas 200, 400, 800 dan 1.500 meter putra. Ia memecahkan rekor Asia pada nomor 200 meter serta rekor Asian Games pada nomor 400 dan 800 meter.
Ia juga meraih tiga emas estafet dan membantu China mencatat rekor Asia pada nomor 4x200 meter serta 4x100 meter gaya bebas putra.
Zhang bukan satu-satunya remaja yang mencuri perhatian di arena renang. Yu Zidi yang baru berusia 13 tahun meraih tiga gelar individu dalam empat hari.
Ia menjadi peraih emas renang termuda dalam sejarah Asian Games setelah memenangkan nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri, sebelum memecahkan rekor Asia 200 meter gaya ganti individu dan rekor Asian Games 400 meter gaya ganti individu.
Di lintasan atletik Aichi-Nagoya, Chen Yujie meraih tiga emas dan satu perak dalam debutnya. Sprinter China itu memenangi 100 meter putri dengan rekor Asian Games, unggul 0,09 detik dari catatan sebelumnya.
Setelah meraih perak 200 meter, ia menjadi pelari terakhir China yang membawa timnya meraih emas estafet 4x100 meter putri dan kemudian membantu China menang pada nomor campuran 4x100 meter.
Yan Ziyi, 18 tahun, hanya membutuhkan satu lemparan untuk merebut emas lempar lembing putri.
Lemparannya sejauh 70,46 meter memecahkan rekor Asian Games dengan selisih 4,37 meter sekaligus mengalahkan juara Olimpiade Jepang Haruka Kitaguchi.
Kemunculan generasi muda di Asian Games Aichi-Nagoya juga terjadi di luar China.
Jepang memiliki Shin Ohashi, 17 tahun, yang memecahkan rekor dunia 200 meter gaya dada putra dengan waktu 2:04,83. Ia juga berbagi emas nomor 100 meter dengan Dong Zhihao dari China.
Di esports, Yuki Kurihara, 11 tahun, menjadi peraih emas termuda dalam sejarah Asian Games setelah mengalahkan Kang Dong-shin dari Korea Selatan 10-2 pada final Puyo Puyo Champions.
Sementara itu, Ku Yong-yan dari Chinese Taipei yang berusia 12 tahun meraih perak skateboard park putra. Thailand juga memiliki Puripol Boonson, 20 tahun, yang menyapu emas sprint 100 dan 200 meter putra.
Korea Selatan turut mencatat sejarah melalui Kang Jun-i, 17 tahun, yang merebut emas skateboard street putra, serta Hwang Seo-hyun, 16 tahun, yang memenangkan balok keseimbangan putri dan memberikan Korea Selatan gelar Asian Games pertama di nomor tersebut dalam 40 tahun.
Artikel Tag: OCA, Asian Games
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/generasi-muda-asia-unjuk-prestasi-di-asian-games-aichi-nagoya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini