Max Langenhan Raih Emas Luge Olimpiade Meski Dibayangi Cedera Leher
Max Langenhan memastikan gelar Olimpiade dengan catatan waktu total 3 menit 31,191 detik. (Foto: AP)
Atlet luge Jerman Max Langenhan berhasil meraih medali emas nomor tunggal putra Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026, Minggu (8/2) malam waktu setempat, setelah tampil konsisten dalam empat lintasan lomba selama dua hari kompetisi.
Keberhasilan ini terasa istimewa karena Langenhan sempat khawatir tidak dapat tampil akibat nyeri leher yang cukup serius menjelang perlombaan.
Namun juara umum Piala Dunia dua musim terakhir itu mampu mengatasi kondisi fisiknya dan memastikan gelar Olimpiade dengan catatan waktu total 3 menit 31,191 detik.
Medali perak diraih atlet Austria Jonas Mueller dengan waktu 3:31,787, sementara Dominik Fischnaller dari Italia kembali meraih perunggu Olimpiade secara beruntun setelah mencatatkan waktu 3:32,125.
Selisih kemenangan Max Langenhan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah nomor tunggal putra luge Olimpiade.
Dominasi negara-negara Eropa di cabang ini kembali terlihat, dengan Jerman, Austria, dan Italia menjadi satu-satunya negara yang pernah meraih emas nomor tunggal putra sepanjang sejarah Olimpiade.
Jerman kini mengoleksi 12 dari total 17 medali emas yang pernah diperebutkan di nomor tersebut, jauh melampaui Italia yang memiliki tiga emas dan Austria dengan dua emas.
Bagi Jerman, Max Langenhan menjadi atlet kesembilan yang memenangkan emas Olimpiade di nomor tunggal putra luge.
Ia juga mengalahkan sejumlah pesaing kuat, termasuk rekan senegaranya Felix Loch — peraih dua medali emas Olimpiade dan pemimpin klasemen Piala Dunia saat ini — yang finis di posisi keenam.
Sementara itu, atlet Amerika Serikat Jonny Gustafson menjadi yang terbaik dari negaranya dengan finis di posisi ke-11, sedangkan debutan Olimpiade Matthew Greiner berada di posisi ke-20.
Suasana emosional terlihat saat Fischnaller mencapai garis finis dan disambut rekan-rekan setim Italia. Istrinya, Emily Fischnaller — atlet luge putri asal Amerika Serikat — ikut merayakan keberhasilan tersebut.
Cabang luge masih akan melanjutkan rangkaian kompetisi, dimulai dengan nomor tunggal putri pada Senin (9/2), diikuti nomor ganda putra dan ganda putri — yang menjadi debut Olimpiade — serta estafet beregu yang akan menutup kompetisi luge di Milano-Cortina 2026.
Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin, Milano Cortina 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/max-langenhan-raih-emas-luge-olimpiade-meski-dibayangi-cedera-leher
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini