Studi Temukan Sedikitnya 25 Persen Mantan Pemain NFL Alami Penyakit CTE
Para peneliti berencana melakukan penelitian lanjutan untuk memperkirakan tingkat CTE secara keseluruhan di antara seluruh pemain NFL pada saat meninggal dunia. (Foto: AP)
Sedikitnya satu dari empat pemain NFL yang meninggal pada periode 2016 hingga 2021 mengalami chronic traumatic encephalopathy (CTE), menurut studi terbaru yang diterbitkan British Medical Journal pada Selasa (25/8).
Penelitian tersebut berupaya memperkirakan seberapa umum CTE, penyakit degeneratif otak yang berkaitan dengan paparan benturan kepala berulang, di kalangan pemain NFL.
Dari 878 pemain yang pernah tampil setidaknya dalam satu pertandingan NFL dan meninggal dalam periode enam tahun tersebut, sedikitnya 25 persen diperkirakan mengalami CTE.
CTE hanya dapat didiagnosis setelah seseorang meninggal dunia. Karena itu, penelitian mengenai penyakit tersebut selama ini banyak mengandalkan sampel otak yang disumbangkan pemain atau keluarganya untuk penelitian.
Dalam studi terbaru, peneliti menggunakan sampel yang dikumpulkan antara 2008 dan 2021. Sebanyak 93 persen sampel tersebut sebelumnya telah didiagnosis mengalami CTE.
Peneliti kemudian mempersempit data berdasarkan periode ketika jumlah donasi sampel berada pada tingkat tertinggi, serta memperhitungkan informasi demografis dan data dari sertifikat kematian.
Daniel Daneshvar, penulis utama penelitian, mengatakan angka 25 persen merupakan perkiraan pada batas bawah.
Studi tersebut menemukan kemungkinan prevalensi maksimum CTE mencapai sekitar 97 persen, meski angka sebenarnya diyakini berada di antara kedua batas tersebut.
"Studi ini menjadi pengingat serius bahwa sepak bola memiliki risiko nyata dan risiko tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pemain serta keluarga mereka," kata NFL Players Association (NFLPA) dalam pernyataan kepada ESPN.
NFLPA menilai temuan tersebut harus mendorong seluruh pihak dalam ekosistem sepak bola untuk meningkatkan penelitian, memperluas akses terhadap perawatan, mengembangkan pengobatan, dan memberikan dukungan kepada mereka yang terdampak.
NFL menyatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan keselamatan permainan, termasuk melalui strategi untuk mengurangi gegar otak dan benturan kepala.
Liga tersebut juga menegaskan komitmennya menyediakan sumber daya untuk mendukung kesehatan fisik dan mental komunitas NFL.
Linebacker Houston Texans Azeez Al-Shaair, yang akan menjalani musim NFL kedelapannya, sebelumnya mengakui bahwa benturan merupakan bagian dari risiko olahraga tersebut.
Menurut Daneshvar, risiko CTE terutama dipengaruhi akumulasi kekuatan benturan yang diterima kepala. Karena itu, risiko dapat dikurangi melalui langkah seperti menghilangkan kontak fisik dalam latihan dan mencegah anak-anak bermain tackle football.
Studi tersebut juga menemukan hubungan antara tingkat CTE dan demensia. Lebih dari 90 persen sampel dengan CTE tahap paling parah, yakni Stadium IV, juga didiagnosis mengalami demensia.
Para peneliti berencana melakukan penelitian lanjutan dalam beberapa bulan mendatang untuk memperkirakan tingkat CTE secara keseluruhan di antara seluruh pemain NFL pada saat meninggal dunia.
Artikel Tag: NFL
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/studi-temukan-sedikitnya-25-persen-mantan-pemain-nfl-alami-penyakit-cte
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini