Wout Van Aert Ungguli Tadej Pogacar di Balapan Klasik Paris-Roubaix 2026
Wout Van Aert (kanan) melakukan selebrasi setelah mengalahkan Tadej Pogacar dalam adu sprint jelang garis finis. (Foto: AP)
Pebalap Belgia Wout van Aert meraih kemenangan pertamanya di ajang klasik Paris-Roubaix 2026 setelah mengalahkan Tadej Pogacar dalam sprint dramatis menuju garis finis, Minggu (12/4) waktu setempat.
Keduanya memasuki velodrome Roubaix dalam posisi beriringan setelah menempuh balapan sejauh lebih dari lima jam.
Wout Van Aert memanfaatkan keunggulan sebagai sprinter dengan melancarkan akselerasi pada momen yang tepat, melewati Tadej Pogacar di sisi kanan dan mempertahankan keunggulan hingga garis finis.
“Mengalahkannya secara langsung dalam sprint adalah sesuatu yang sangat spesial bagi saya,” ujar Van Aert.
Setelah melintasi garis akhir, Van Aert mengangkat satu jari ke langit sebelum terjatuh ke lintasan karena kelelahan.
Ia mendedikasikan kemenangan tersebut untuk mendiang rekan setimnya, Michael Goolaerts, yang meninggal dunia pada usia 23 tahun setelah kolaps di Paris-Roubaix 2018.
“Sejak kejadian itu, saya selalu ingin kembali ke sini dan mempersembahkan kemenangan ini untuknya,” kata Van Aert.
Kemenangan ini menjadi salah satu hasil paling berharga dalam karier Wout Van Aert, yang sebelumnya dikenal sebagai juara dunia cyclocross tiga kali serta pemenang Milan-San Remo 2020.
Ia juga pernah meraih jersey hijau sebagai sprinter terbaik di Tour de France 2022.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi hasil langka bagi Pogacar, juara Tour de France empat kali, yang berupaya menjadi pemenang pertama dari ajang tersebut yang juga menjuarai Paris-Roubaix sejak Bernard Hinault pada 1981.
Pogacar sebelumnya telah melengkapi sebagian besar balapan klasik utama, menyisakan Paris-Roubaix sebagai target berikutnya.
Perjalanan Pogacar menuju finis tidak berjalan mulus. Ia mengalami masalah ban bocor sekitar 120 kilometer sebelum garis akhir, yang memaksanya menggunakan sepeda netral sebelum akhirnya kembali ke sepeda timnya.
Upaya mengejar ketertinggalan tersebut diyakini menguras energi yang berdampak pada sprint akhir.
Menjelang sektor berbatu ikonik Carrefour de l’Arbre, Pogacar juga nyaris terjatuh akibat kehilangan kendali roda depan.
Sementara itu, Van Aert mampu menjaga posisi dan tetap berada di belakang pesaingnya hingga memasuki fase penentuan.
“Saya sudah kehabisan tenaga. Tidak ada lagi yang tersisa untuk bersaing di sprint,” kata Tadej Pogacar.
Pebalap Belgia lainnya, Jasper Stuyven, finis di posisi ketiga, diikuti juara bertahan Mathieu van der Poel di posisi keempat.
Pada kategori putri, pebalap Jerman Franziska Koch meraih kemenangan setelah mengungguli Marianne Vos dalam sprint ketat, sementara juara bertahan Pauline Ferrand-Prévot finis di posisi ketiga.
Paris-Roubaix, yang dijuluki “Neraka dari Utara”, terkenal dengan lintasan berbatu sepanjang sekitar 55 kilometer serta tingkat kesulitan tinggi yang kerap memicu kecelakaan dan kerusakan sepeda.
Artikel Tag: Tadej Pogacar
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/wout-van-aert-ungguli-tadej-pogacar-di-balapan-klasik-paris-roubaix-2026
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini