Alexander Blockx Mundur Dari Queen’s Club Usai Insiden Mengerikan Di Paris
Alexander Blockx [image: imago]
Berita Tenis: Alexander Blockx terlihat meninggalkan Roland Garros dengan melompat-lompat menggunakan satu kaki setelah pergelangan kakinya terkilir karena terpal yang terlipat di belakang lapangan latihan.
Kecelakaan aneh tersebut memaksa petenis berkebangsaan Belgia mundur dari babak kedua melawan Alex De Minaur. Ia belum pulih tepat waktu untuk Queen’s Club Championships dan telah mengkonfirmasi ketidakhadirannya di turnamen tersebut.
Melanjutkan musim 2026 yang gemilang, turnamen grass-court seharusnya menjadi langkah selanjutnya bagi petenis berusia 21 tahun, tetapi hampir berakhir sebelum dimulai.
Saat berlatih di klub tenis Jean-Bouin pada 27 Mei, ia tersandung terpal di belakang lapangan, yang digunakan untuk menutupi lapangan dari hujan, dan mendengar bunyi retak di pergelangan kakinya. Hal tersebut memaksanya untuk menarik diri dari babak kedua French Open yang dijadwalkan melawan De Minaur.
Ia memulai French Open dengan baik, melewati babak pertama melawan Coleman Wong dalam tiga set dan memiliki kesempatan nyata melawan petenis peringkat 6 dunia, de Minaur. Setelah mengundurkan diri, ia mengunggah pernyataan di Instagram menjelaskan insiden tersebut.
“Sayangnya saya mendengar bunyi retakan di pergelangan kaki saya saat terkilir karena terpal di belakang lapangan, yang benar-benar penting,” tulis Blockx.
Sarkasme dalam kalimat terakhir tersebut sulit untuk diabaikan dan meskipun ia kemudian menghapus referensi tentang terpal tersebut, rasa frustrasi karenanya banyak dibicarakan di seluruh dunia tenis.
Pelatih petenis berkebangsaan Belgia mengkonfirmasi kepada The Athletic bahwa tim sedang mempertimbangkan untuk meminta kompensasi finansial dari French Open atas kerugian yang disebabkan cedera tersebut.
Itu bukan insiden sekali saja, karena banyak petenis telah menyuarakan masalah di masa lalu tentang potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh terpal tersebut. Peringatan tersebut sudah terlambat bagi petenis berkebangsaan Belgia. Ia meninggalkan Paris dengan menggunakan kruk untuk mencegah penambahan beban pada pergelangan kakinya.
“Setelah berdiskusi dengan tim, tujuannya adalah untuk kembali di Wimbledon, tetapi kami jelas tidak ingin mengambil risiko apa pun. Kami akan bekerja keras untuk kembali secepat mungkin,” unggah Blockx.
Kini, tujuan tersebut tampaknya terancam. Wimbledon dimulai pada 29 Juni, jadi ia hanya memiliki waktu kurang dari tiga pekan untuk membuktikan kebugarannya dan keputusan mundur dari Queen's Club Championships telah menghilangkan satu-satunya turnamen di mana ia bisa mendapatkan waktu bermain di grass-court sebelum Grand Slam di London.
Sebelum April, Blockx belum mengantongi kemenangan di turnamen clay-court. Tetapi, mencapai babak ketiga Monte Carlo Open, kemudian semifinal Madrid Open, di mana ia mengalahkan empat petenis unggulan seperti Felix Auger Aliassime dan Casper Ruud, membawanya ke peringkat 40 besar untuk kali pertama. Mundur dari French Open merupakan pukulan berat bagi seorang petenis yang tengah menuju pencapaian Grand Slam yang lebih tinggi.
Artikel Tag: wimbledon, French Open, Queen`s Club Championships
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/alexander-blockx-mundur-dari-queens-club-usai-insiden-mengerikan-di-paris
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini