Casper Ruud Sebut Buah Hatinya Sebagai Jimat Keberuntungan
Casper Ruud [image: getty images]
Berita Tenis: Casper Ruud mungkin meninggalkan Roma tanpa trofi, tetapi ia yakin ia masih memiliki senjata rahasia di sisinya, yaitu putri pertamanya yang baru lahir.
Petenis berkebangsaan Norwegia menikmati penampilan terbaiknya di turnamen Masters 1000 sejak memenangkan gelar turnamen Masters pertama dalam kariernya di Madrid Open musim lalu, setelah ia hanya kecolongan satu set dalam perjalanan menuju final Italian Open musim 2026 di Roma sebelum kalah dari petenis tuan rumah, Jannik Sinner. Menurutnya, perbedaannya mungkin berasal dari luar lapangan.
Saat upacara penyerahan trofi, petenis berusia 27 tahun bercanda bahwa putrinya telah menjadi jimat keberuntungannya setelah sang buah hati ikut bersamanya ke Italia untuk turnamen tersebut.
“Ini adalah tahun yang sangat baik bagi saya di luar lapangan. Saya dan tunangan saya dikaruniai seorang putri awal tahun ini. Kami membawanya ke Roma dan ia telah menjadi jimat keberuntungan dan saya akan membawanya musim depan dan kita lihat apakah saya bisa memenangkan turnamen ini,” ungkap Ruud, yang bersama tunangannya, Maria Galligani, menyambut kelahiran putri mereka pada 30 Januari 2026.
Kembali ke lapangan, mantan petenis peringkat 2 dunia gagal meraih kemenangan pertamanya melawan petenis peringkat 1 dunia, Sinner, yang kini menjadi petenis putra kedua setelah Novak Djokovic yang menyelesaikan Career Golden Masters, yaitu memenangkan kesembilan gelar Masters.
Sinner saat ini mengantongi 34 kemenangan beruntun di turnamen level 1000, setelah mengangkat enam gelar Masters berturut-turut di Paris, Indian Wells, Miami, Monte Carlo, Madrid, dan Roma.
"Saya harus mengucapkan selamat kepada Jannik atas gelar pertamanya di sini," tutur Ruud. "Apa yang kau lakukan musim ini sulit digambarkan dengan kata-kata. Sebagai seseorang yang juga bermain tenis di level tertinggi, menyadari apa yang kau lakukan sulit untuk dijelaskan.”
"Merupakan suatu kehormatan untuk menyaksikan kau bermain dan dapat berbagi lapangan dengan kau kali ini di arena yang indah, di turnamen Masters 1000 kandangmu. Selamat karena telah membuat sejarah untuk dirimu sendiri, negaramu, timmu. Sungguh fantastis untuk menyaksikannya."
Petenis berkebangsaan Norwegia kalah dari Sinner dengan 6-0, 6-1 di Italian Open musim lalu dan lebih senang dengan penampilannya di final musim ini.
“Pertandingan musim ini jelas lebih baik bagi saya dibandingkan musim lalu di mana saya benar-benar tidak punya peluang,” tambah Ruud. “Sayangnya saya sedikit lengah menjelang akhir set pertama dan awal set kedua. Di situlah pertandingan tidak ditentukan, tetapi di situlah ia unggul. Memenangkan set pertama dan unggul di awal set kedua, tidak mudah untuk mengejar ketertinggalan itu.”
“Saya memiliki satu break point di set kedua yang tidak saya dapatkan. Ia meningkatkan permainannya. Saya pikir perbedaan utamanya adalah di set kedua ia benar-benar meningkatkan servisnya. Saya benar-benar tidak bisa berbuat banyak dalam pengembalian bola saya.”
Petenis berusia 27 tahun kembali ke peringkat 20 besar saat daftar peringkat baru dirilis pada hari Senin(18/5) dan kemudian akan mengejar lebih banyak kesuksesan di clay-court dalam beberapa pekan mendatang. Petenis yang telah dua kali menjadi runner up French Open hanya mencapai babak kedua di Roland Garros, Paris musim lalu dan sangat ingin melaju lebih jauh di Grand Slam tersebut pada akhir bulan ini.
“Peringkat 10 besar, peringkat 8 besar adalah tujuan semua orang karena itu memberi anda unggulan yang lebih baik, memberi anda kesempatan untuk mungkin bermain di ATP Finals pada akhir musim. Setelah beberapa kali melakukannya dalam karier saya, itu adalah tujuan setiap musim,” tukas Ruud.
“Sekarang hasil ini bisa sangat penting dan krusial untuk musim saya, masa depan musim ini. Saya perlu tetap fokus. Rasanya menyenangkan ketika anda akhirnya mendapatkan lebih dari 600 poin dalam satu pekan, terutama setelah tidak dapat mempertahankan gelar di Madrid. Saya masih merasa ada lebih banyak yang bisa diraih sekarang. Saya tidak tampil dengan baik di Roland Garros musim lalu, jadi saya memiliki beberapa kesempatan yang akan datang.”
Artikel Tag: French Open, Italian Open, Casper Ruud, Jannik Sinner
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/casper-ruud-sebut-buah-hatinya-sebagai-jimat-keberuntungan
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini