Casper Ruud Terinspirasi Dua Bintang Selama Kemenangan Brutal Di Paris
Casper Ruud [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis yang telah dua kali menjadi runner up French Open, Casper Ruud mengalami salah satu pertandingan tersulitnya di Grand Slam sejauh ini dalam kariernya.
Menghadapi Roman Safiullin di babak pertama French Open musim 2026, petenis unggulan ke-15 berada di jalur kemenangan mudah ketika unggul 6-2, 7-6, 5-2. Tetapi, perubahan dramatis terjadi ketika petenis peringkat 141 dunia melakukan perlawanan setelah petenis unggulan ke-15 mulai kesulitan menghadapi cuaca panas yang menyengat.
Luar biasanya, petenis berkebangsaan Norwegia kalah dalam 11 game berturut-turut tetapi masih berhasil mengamankan kemenangan maraton lima set setelah bertanding hampir selama 4 jam.
“Itu adalah pertandingan yang sangat menegangkan dengan banyak hal yang terjadi dan saling balas,” ungkap Ruud. “Saya merasa seperti terkena serangan panas. Di set keempat, saya merasa sangat pusing dan sangat lelah. Berjalan seperti zombie, hampir.”
“Untungnya, saya masih unggul 2-1 (dalam set) dan membiarkan diri saya sedikit menurunkan intensitas untuk menurunkan denyut nadi dan suhu tubuh saya sebanyak mungkin di set keempat untuk melihat apakah ada peluang untuk menyelesaikannya di set kelima dan memiliki energi ekstra. Untungnya, itu berhasil.”
Beberapa hari pertama French Open diwarnai kondisi panas bagi para petenis. Pada hari yang sama dengan pertandingan petenis berkebangsaan Norwegia, suhu melonjak hingga 33 °C. Diperkirakan cuaca panas akan berlanjut di sepanjang pekan. Cuaca tersebut tidak hanya memengaruhi para petenis, tetapi juga membuat lapangan lebih cepat dan mengubah tempo reli.
Saat bermain di cuaca panas, mantan petenis peringkat 2 dunia mengatakan ia mengambil inspirasi dari dua petenis terbaik saat ini, yaitu Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz. Ia teringat kembali pengalaman mereka bermain dalam kondisi seperti itu awal musim ini.
“Saya juga teringat Jannik dan Carlos di Australia musim ini, terutama ketika Jannik kesulitan menghadapi cuaca panas. Kemudian cuaca mendingin karena atap ditutup dan ia mampu memulihkan energinya,” kenang Ruud.
“Sedikit mirip dengan semifinal Carlos melawan Sascha (Alexander Zverev). Ia tampak kelelahan untuk sementara waktu, kemudian kalah di set ketiga dan keempat, lalu entah bagaimana pulih dan bangkit kembali di set kelima.”
Petenis yang telah mengantongi 14 gelar kini telah memenangkan 53 pertandingan di Grand Slam, dengan 25 di antaranya ia menangkan di Roland Garros. Selain itu, Ia telah mencapai setidaknya semifinal di satu turnamen Masters 1000 atau lebih yang digelar di clay-court setiap musim sejak musim 2020.
Petenis berusia 27 tahun selanjutnya akan menghadapi petenis berkebangsaaan Serbia, Hamad Medjedovic. Mereka sebelumnya pernah berhadapan di Barcelona Open musim lalu, yang dimenangkan petenis berkebangsaan Norwegia.
“Saya akan melakukan yang terbaik untuk pulih dengan baik dan siap. “Itu akan menjadi pertandingan yang sulit lagi. Cuaca panas tidak akan mereda dalam waktu dekat, jadi, kami berdua akan berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin.”
“Semoga saya bisa pulih dengan baik dengan makanan yang baik dan tepat, perawatan yang baik, dan tidur malam yang nyenyak.”
Artikel Tag: French Open, Casper Ruud, Jannik Sinner, Carlos Alcaraz, Roman Safiullin
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/casper-ruud-terinspirasi-dua-bintang-selama-kemenangan-brutal-di-paris
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini