Walau Kalah, Cori Gauff Tinggalkan Wimbledon Tanpa Penyesalan

Penulis: Dian Megane
Jumat 10 Jul 2026, 13:33 WIB - 141 views
Meskipun Kalah, Cori Gauff Tinggalkan Wimbledon Tanpa Penyesalan

Cori Gauff [image: getty images]

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Petenis yang telah mengantongi dua gelar Grand Slam, Cori Gauff hanya berjarak satu poin dari mencapai final Wimbledon pertama dalam kariernya.

Namun, Karolina Muchova melakukan penyelamatan terakhir. Petenis berkebangsaan Ceko menyelamatkan peluang match point pada kedudukan 8/9 di babak tiebreak set terakhir yang menegangkan sebelum akhirnya menang 12/10 untuk mengakhiri set — dan babak tiebreak — terbaik di Wimbledon musim ini.

Pada peluang match point tersebut, petenis unggulan ketujuh memilih untuk melakukan drop shot, mengincar petenis unggulan kesepuluh, Muchova yang berada di luar posisi area baseline, tetapi tidak cukup bertenaga untuk melewati net.

"Maksud saya, ada satu hal yang perlu dipikirkan, 'Mengapa melakukan drop shot?', tetapi kemudian saya berpikir berapa banyak poin yang saya menangkan dari drop shot. Ya, orang-orang yang tidak menonton tenis akan bertanya, 'Mengapa anda melakukan itu?'" ungkap Gauff.

"Pada akhirnya, itulah pilihan yang saya buat. Apakah itu pilihan yang tepat saat itu? Mungkin tidak. Tetapi juga, jika saya berhasil, semua orang akan mengatakan betapa pentingnya pukulan itu. Saya pikir itulah tenis. Anda kehilangan beberapa poin karena selisih poin yang tipis.”

"Saya tidak menyesal. Saya pikir itu hanya poin-poin yang ingin saya ambil keputusan yang lebih baik. Tetapi begitulah cara anda belajar dan menjadi petenis yang lebih baik."

Bagi petenis berusia 22 tahun, kalah setelah unggul dengan peluang match point adalah hal yang jarang terjadi. Bahkan, selama karier profesionalnya di turnamen WTA, hal tersebut belum pernah terjadi.

Selama konferensi persnya, petenis AS bahkan tidak ingat kapan terakhir kali ia kalah setelah unggul dengan peluang match point, yaitu melawan Wang Xiyu di perempatfinal Wimbledon kategori junior musim 2018, membuat kekalahan kali ini terasa lebih menyakitkan.

"Ini sulit karena itu terjadi pada peluang match point saya, tetapi pada akhirnya, jika poin ini terjadi pada kedudukan 1-1 di babak tiebreak, kita tidak akan duduk di sini membicarakannya. Tetapi itu terjadi pada peluang match point. Ini adalah pengalaman belajar. Saya tahu saya bisa berbuat lebih baik, meningkatkan kemampuan saya, dan mengambil pukulan dengan margin lebih tinggi di saat-saat penuh tekanan,” jelas Gauff.

Meskipun demikian, ada beberapa hal positif yang bisa diambil dari petenis yang memenangkan pertandingan pertamanya di grass-court dalam dua musim terakhir dan mencapai hasil terbaiknya di All England Club, London. Ia menjadi petenis putri aktif ketujuh yang mencapai semifinal di keempat Grand Slam sekaligus yang termuda sejak Maria Sharapova pada musim 2007. Muchova juga menjadi petenis aktif kedelapan yang menorehkan pencapaian tersebut.

"Saya yakin saya mengalami kemajuan ke arah yang benar dalam hal servis dan dalam hal bermain  dengan agresif. Entah anda menyukai saya atau tidak, anda tidak dapat menyangkal kemajuan yang telah saya capai di turnamen ini. Ada banyak hal positif. Ini membuat saya bersemangat untuk masa depan,” tukas Gauff.

Artikel Tag: wimbledon, Karolina Muchova, Cori Gauff

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/walau-kalah-cori-gauff-tinggalkan-wimbledon-tanpa-penyesalan
141
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini