Jannik Sinner Renungkan Keputusan Yang Ubah Semuanya Jelang Kembali Ke Roma

Penulis: Dian Megane
Jumat 08 Mei 2026, 15:34 WIB - 158 views
Jannik Sinner Renungkan Keputusan Yang Ubah Segalanya Jelang Kembali Ke Roma

Jannik Sinner [image: getty images]

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Bagi Jannik Sinner, Italian Open musim 2026 menandai peluang lain untuk berkompetisi di hadapan penonton sendiri, tetapi juga peluang untuk merenungkan keputusan yang membantu membentuk kariernya.

Petenis berusia 24 tahun kembali ke Roma di tengah-tengah salah satu periode paling dominan dalam kariernya, setelah ia memenangkan keempat turnamen Masters 1000 yang telah digelar musim ini. Dua pekan ini, ia juga bertujuan untuk menyelesaikan Career Golden Masters – memenangkan kesembilan gelar Masters – dan bergabung dengan Novak Djokovic sebagai satu-satunya petenis putra yang mencapai prestasi tersebut.

Selama konferensi pers pra-turnamen di Foro Italico, Roma, petenis peringkat 1 dunia merenungkan pengorbanan yang telah membentuk perjalanan kariernya. Terutama, keputusannya untuk meninggalkan rumah pada usia 13 tahun dan berlatih di Piatti Tennis Center.

“Keputusan itu tidak mudah karena saya harus meninggalkan keluarga saya, tetapi saya tahu mereka akan selalu mendukung saya dalam setiap keputusan,” kenang Sinner. “Rasanya lebih seperti saya meninggalkan teman-teman, karena saya tidak terlalu sering berhubungan dengan mereka. Saya memiliki beberapa teman yang sangat baik. Kami masih berhasil menjaga persahabatan yang terbaik karena mereka mengenal saya sejak saya masih sangat muda dan saya bukan siapa-siapa.”

“Saya pikir itu adalah persahabatan terbaik yang kami miliki. Tetapi pada saat yang sama, saya juga kesulitan beradaptasi dengan kondisi baru, termasuk untuk tubuh saya. Saya tidak pernah pergi ke pusat kebugaran sebelumnya. Saya tidak pernah bermain lebih dari beberapa kali satu pekansebelumnya. Sejak usia 13 setengah tahun, semuanya telah berubah. Tetapi saya percaya itu baik bagi saya untuk tumbuh sebagai pribadi terlebih dahulu, kemudian sebagai petenis.”

Langkah berani tersebut mengubahnya dari seorang remaja menjadi kekuatan utama dalam tenis putra. Sejak beralih ke turnamen ATP, ia menjadi petenis putra Italia pertama yang menduduki peringkat 1 dunia dan telah memenangkan 28 gelar, termasuk empat gelar Grand Slam.

“Tentu saja, anda bermimpi untuk bermain di panggung terbesar. Tetapi itu tidak mudah,” lanjut Sinner, merenungkan keputusannya. “Pada saat yang sama, saya sangat, sangat beruntung di tempat mereka menempatkan saya, mengenal orang-orang. Saya tinggal bersama keluarga Kroasia, yang masih saya hubungi. Itu adalah pengalaman yang luar biasa. Saya akan melakukannya lagi, bukan karena hasil yang saya raih di lapangan, tetapi karena itu membuat saya tumbuh sebagai pribadi terlebih dahulu.”

Berambisi memenangkan gelar Masters kesepuluh sekaligus menjadi petenis putra ketujuh yang berhasil melakukannya, ia akan memulai kampanye di Italian Open dengan melawan Sebastian Ofner. Ia lolos ke final musim lalu lalu dan berakhir dengan menelan kekalahan dari Carlos Alcaraz dan sampai saat ini ia mencatatkan 14-6 di Foro Italico, Roma.

“Ini turnamen yang sangat, sangat istimewa — terutama bagi kami orang Italia,” tutur Sinner, yang meraih gelar Masters kelima berturut-turut di Madrid pekan lalu. “Saya memiliki beberapa hari libur tanpa melakukan apa pun [setelah Madrid]. Saya merasa itu sangat dibutuhkan. Hari ini adalah hari pertama lagi. Jadi, ini pertama kalinya saya berlatih di sini sore ini. Jadi mari kita lihat bagaimana hasilnya.”

“Saya memiliki beberapa hari untuk mempersiapkan diri. Tidak banyak, tetapi pada saat yang sama saya juga tahu di lubuk hati saya bahwa saya telah banyak bermain. Saya sangat senang berada di sini. Ini telah menjadi tempat yang sangat istimewa selama bermusim-musim. Mari kita lihat apa yang akan terjadi musim ini.”

Artikel Tag: Novak Djokovic, Italian Open, Jannik Sinner

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/jannik-sinner-renungkan-keputusan-yang-ubah-semuanya-jelang-kembali-ke-roma
158
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini