Kampiun Di Marrakesh, Sejarah Tercipta Bagi Rafael Jodar
Rafael Jodar [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Spanyol, Rafael Jodar menambahkan gelar turnamen ATP pertamanya dalam kisah kemajuan pesatnya di Marrakesh, Maroko.
Petenis berusia 19 tahun yang berada di luar peringkat 900 dunia satu musim lalu, tidak menghadapi banyak kendala ketika membungkam petenis berkebangsaan Argentina, Marco Trungelliti dengan 6-3, 6-2 di final Marrakech Open (Grand Prix Hassan II) musim 2026.
Petenis berkebangsaan Spanyol acapkali melancaran forerhand penuh kekuatan demi memberikan dampak mematikan kepada petenis berusia 36 tahun, Trungelliti dan memenangkan final Marrakech Open dalam waktu 69 menit saja.
“Ini luar biasa. Saya tidak bisa berkata-kata, sejujurnya, untuk mendiskripsikan perasaan ini saat ini,” seru Jodar. “Saya merasa sangat gembira bahwa saya bisa memenangkan gelar di sini, di Marrakesh. Kali pertama bagi saya di Marrakesh dan Maroko. Saya mencintai penontonnya, semua orang yang datang mendukung saya, dan menyaksikan final.”
Petenis berkebangsaan Spanyol mengawali musim 2026 sebagai petenis peringkat 168 dunia. Setelah menjadi petenis belia pertama yang memenangkan Marrakech Open, ia akan naik 332 peringkat ke peringkat 57 dunia.
Trungelliti yang perjalanan menuju ke final di Marrakesh dimulai dari babak kualifikasi dan mencatatkan sejarah tersendiri, di mana ia akan menjadi petenis tertua pertama yang debut di peringkat 100 besar sejak 1973, tidak mampu menemukan jawaban apa pun untuk serangkaian serangan tanpa henti petenis berusia 19 tahun dari area baseline.
Petenis berkebangsaan Spanyol menembakkan 16 winner, jauh lebih banyak daripada tiga winner yang tercipta dari petenis berkebangsaan Argentina. Petenis berkebangsaan Spanyol juga memenangkan 86 persen poin dari servis pertamanya.
“Kali ini, saya rasa saya dikalahkan oleh petenis muda ini, di sini,” tutur Trungelliti yang melakoni final kelima dengan jarak usia terjauh dalam sejarah turnamen ATP (sejak musim 1990).
“Saya berusaha berkompetisi. Itu menyedihkan bagi saya, karena saya mengharapkan final yang luar biasa, tetapi setidaknya anda menyaksikan final dari satu sisi, yaitu sisinya. Selamat. Mudah-mudahan kita bisa berlatih sedikit lebih banyak, jadi, saya bisa terbiasa dengan permainanmu lain waktu.”
Setelah baru menjadi petenis profesional pada bulan Desember musim lalu, Jodar menjadi petenis putra kedua kelahiran tahun 2006 atau setelah itu yang memenangkan gelar turnamen ATP, mengikuti jejak langkah petenis berkebangsaan Brazil, Joao Fonseca yang kini telah mengoleksi dua gelar.
Sementara itu, Jodar menjadi petenis berkebangsaan Spanyol keenam di Open Era yang memenangkan gelar turnamen ATP sebelum berusia 20 tahun, bergabung dengan Rafael Nadal, Carlos Alcaraz, Carlos Moya, Juan Carlos Ferrero, dan Tommy Robredo.
Artikel Tag: Marrakech Open, Marco Trungelliti
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/kampiun-di-marrakesh-sejarah-tercipta-bagi-rafael-jodar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini